Nama Gert Heylen dari Berlaar, Belgia, sudah lama menjadi rujukan di dunia merpati pos balap. Kini untuk pertama kalinya ia membuka lelang eksklusif di PIPA, sebuah langkah yang langsung menarik perhatian penggemar merpati pos di Eropa maupun Asia. Koleksi yang ditawarkan bukan merpati jadi, melainkan anak-anak muda (youngsters) yang dibangun di sekitar dua garis darah paling legendaris miliknya: Jackpot dan Hattrick.
Lelang dijadwalkan berlangsung 23 November hingga 6 Desember. Bagi penggemar di Indonesia yang selama ini hanya mengenal nama besar itu dari hasil lomba jarak jauh di Eropa, ini kesempatan melihat langsung bagaimana sebuah koloni dibentuk dari fondasi genetik yang sama selama lebih dari dua dekade.
Jejak Jackpot dan Hattrick
Gert Heylen mulai dikenal luas lewat Jackpot, merpati kelahiran 2004 yang tampil luar biasa di lintasan sekaligus terbukti lebih hebat lagi sebagai pejantan. Jackpot menjadi ayah dari sejumlah merpati kelas atas, antara lain Blauwe Gert milik Stefaan Lambrechts, Blue Bar yang menjadi ayah New Queen L di kandang Jelle Roziers, serta dua peternak super Jacky 3 dan Last Jackpot. Tongkat estafet kemudian berpindah ke Hattrick, yang sampai sekarang menjadi salah satu nama paling sering muncul di pedigree merpati pemenang.
Garis darah Heylen bahkan ikut mengalir dalam pedigree Goed Grijs milik Gebr. Leideman, bukti bahwa koloni kecil di Berlaar ini punya pengaruh jauh melampaui kandangnya sendiri. Kekuatan utamanya ada di disiplin sprint dan jarak menengah, di mana kecepatan, orientasi, dan konsistensi dinilai sama pentingnya.
Isi Katalog: Keturunan Langsung Hattrick
Katalog lelang perdana ini disusun dari merpati yang prestasinya bisa ditelusuri, bukan sekadar nama besar di kertas. Beberapa yang menonjol:
- Son Hattrick — Merpati Ace peringkat 1 Noyon Diamantverbond dengan 16 juara pertama tanpa hasil ganda, lalu berkembang menjadi pejantan fondasi yang menurunkan banyak pemenang.
- Vale Hattrick — Anak Hattrick dengan empat juara pertama tanpa hasil ganda dan gelar Merpati Ace peringkat 1 Noyon Bevel, kini menjadi ayah dan kakek dari puluhan pemenang di kandang pembiakan.
- Brother Hattrick — Dua juara pertama tanpa hasil ganda, sekaligus ayah dari beberapa pemenang.
- Rosse Gert — Cucu Hattrick yang di kandang Brent Lambrechts menurunkan Merpati Ace peringkat 1 Mira OLR Youth World Championship, juara 1 Zona Nasional Bourges 3.552 merpati, juara 4 Nasional Argenton 3.990 merpati, dan juara 5 Nasional Bourges 18.758 merpati.
- Late 611 — Anak Hattrick yang menjadi peternak super dan ayah dari sejumlah pemenang.
- Sejumlah cucu ganda Hattrick yang melengkapi koleksi.
Kenapa Lelang Seperti Ini Penting
Di Eropa, merpati pos balap atau homing racing pigeon adalah olahraga jarak jauh: merpati dilepas dari titik tertentu lalu dinilai dari kecepatan rata-rata kembali ke loft sendiri. Karena itu, nilai seekor merpati tidak berhenti pada trofi, tetapi pada kemampuannya menurunkan penerus. Lelang bloodline seperti ini praktis menjadi pasar genetik, tempat peternak membeli peluang, bukan hanya burung.
Di Indonesia, semangat serupa hidup dalam lomba merpati pos jarak jauh antarklub, di mana catatan waktu dan konsistensi pulang ke kandang jadi ukuran utama. Bagi peternak lokal, memahami asal-usul garis darah Heylen membantu menilai mengapa harga merpati Eropa bisa melesat, dan apa yang sebenarnya sedang dibayar mahal: rekam jejak keturunan yang teruji lintas generasi. Sebagai pembanding, hasil lomba jarak jauh Eropa yang baru berlangsung bisa dibaca di liputan Derby Corabia 2026, sementara perkembangan dunia merpati pos jarak jauh dikumpulkan di kategori Merpati Pos.
Lelang dibuka 23 November dan berakhir 6 Desember. Bagi yang ingin mengikuti perkembangannya, katalog lengkap bisa dilihat di pengumuman resmi PIPA. Sementara untuk topik seputar merpati pos balap dan hasil lomba lainnya, telusuri label merpati pos serta kategori Berita Merpati.
Komentar