Juara dari 33.000 Merpati: Kisah Nechelput-Cornet di Noyon
Dalam dunia lomba merpati pos, menjadi yang tercepat dari ribuan peserta sudah prestasi luar biasa. Bagaimana kalau harus mengalahkan lebih dari 33.000 ekor merpati sekaligus? Itulah yang berhasil diraih oleh peternak Belgia, Kristof Nechelput dan Frans Cornet, dari kandang mereka di Kester, Belgia. Merpati mereka dinobatkan sebagai yang tercepat dari 33.841 merpati dalam pelepasan antarprovinsi dari Noyon, sebuah capaian yang mengukuhkan dominasi duo ini di ajang lomba sprint.
Pelepasan dari Noyon kali ini terasa lebih menantang karena gelombang panas yang melanda Belgia. Semua lomba jarak menengah dibatalkan, sehingga yang tersisa hanya pelepasan ini dengan jumlah peserta yang sangat besar. Ditambah lagi kondisi angin berlawanan arah (headwind) dan suhu panas, merpati harus menunjukkan kualitas terbaik mereka. Merpati tercepat, seekor anakan betina dengan nomor ring BE26-2067100, mencatat kecepatan 1.263 meter per menit — angka yang mengesankan mengingat tantangan cuaca yang dihadapi.
Silsilah Juara: Pangeran Pogi dan Ernest
Merpati tercepat tersebut adalah anak dari bintang kandang Nechelput-Cornet yang dikenal sebagai Prince Pogi. Prince Pogi bukan sembarang merpati — ia sendiri memiliki catatan 13 kali juara tanpa duplikasi, serta gelar 3rd Provincial dan 16th National Ace Pigeon KBDB. Menariknya, saudari sekandangnya (BE26-2067099) juga tampil gemilang sebagai merpati tercepat ke-13 dari pelepasan yang sama, setelah sebelumnya menjuarai lomba melawan lebih dari 500 peserta.
Silsilah ini semakin istimewa karena Prince Pogi adalah anak dari pasangan top King Willy dan Queen Platina (Van Den Abeel – Van Paesschen), dan juga saudara dari Prince Tommy yang dikenal sebagai indukan unggulan. Di sisi lain, induk betina merpati juara adalah cucu dari Ernest, merpati yang pernah meraih gelar 2nd National Ace Pigeon KBDB. Dalam 13 lomba terakhirnya, Ernest menang 8 kali dengan juara pertama — catatan yang menjadikannya salah satu merpati paling dicari sebagai indukan di dunia saat ini.
Kualitas di Atas Kuantitas
Meski hanya menurunkan sekitar 50 ekor anakan dari putaran kedua setiap tahunnya, Nechelput-Cornet terbukti lebih mengandalkan kualitas daripada kuantitas. Strategi ini terbukti ampuh — sepanjang musim 2026, merpati mereka sudah tiga kali menjadi yang tercepat dari seluruh pelepasan antarprovinsi dari Noyon. Konsistensi semacam ini jarang ditemukan di dunia merpati pos, di mana faktor cuaca dan keberuntungan seringkali menentukan hasil akhir.
Prestasi Nechelput-Cornet mengingatkan kita bahwa di balik setiap merpati juara, ada program pembiakan yang cermat, pelatihan yang konsisten, dan pemahaman mendalam tentang garis keturunan. Bagi para penghobi merpati pos di Indonesia, kisah ini bisa menjadi inspirasi bahwa ketekunan dalam beternak dan melatih akan membuahkan hasil, meskipun harus bersaing dengan ribuan pesaing.
Sumber: PIPA.be — Nechelput-Cornet (Kester, BE): The fastest of more than 33,000 pigeons from Noyon
Komentar