Dunia merpati hias Indonesia kembali bergeliat. Dalam rangka peringatan hari ulang tahun kelima Indonesian Fancy Pigeon Community (IFPC) Malang Raya, sebuah kontes merpati hias digelar di Taman Wisata Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan halalbihalal ini diikuti 114 ekor merpati yang terbagi ke dalam 10 kelas lomba, dengan peserta yang datang dari berbagai daerah.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penjurian, dan ditutup dengan pengumuman juara. Hadir dalam kesempatan itu Presiden IFPC Binar Bintang Putra Ananta, juri internasional Rachmat Basuki, juri nasional Didik Harianto, serta perwakilan dari IFPC Kediri Raya, Blitar Raya, Kertosono, dan Lamongan.
Sepuluh Kelas yang Dipertandingkan
Penilaian pada kontes ini dibagi ke dalam kelas-kelas yang lazim dipakai di lingkaran penangkar merpati hias, mulai dari kelompok merpati bermuka pendek sampai merpati berjambul:
- AM Schietti
- Fairy Swallow
- Archangel
- Maltese
- Budapest
- SK Blorok
- Mondain
- Wina
- SK Putih
- SK Bebas
Siapa Saja yang Naik Podium
Pada kelas AM Schietti, Kenji Pigeon dari Kertosono keluar sebagai juara 1, disusul Anas Malang di posisi kedua dan Kenji Pigeon lagi di posisi ketiga. Kelas Fairy Swallow dimenangkan Eko Prianto dari Malang, sementara kelas Archangel dikuasai Dimas Susimojo yang mengisi juara 1 dan 2 sekaligus. Nama Erik Pangkas Rambut dari Kediri tampil konsisten: ia juara 1 di kelas Maltese serta juara 2 di kelas Fairy Swallow, Archangel, Budapest, dan Mondain.
Kelas Budapest menjadi milik Diky Imadi dari Malang. Di kelas SK Blorok, Momo Susimojo menyapu juara 1 dan 2. Hanafi dari Kediri memimpin kelas Mondain, Faris Malang juara 1 kelas Wina, Sam OT Malang juara 1 kelas SK Putih, dan Pare’s Pigeon dari Kertosono menutup daftar dengan juara 1 kelas SK Bebas.
Kontes sebagai Penggerak Ekonomi Hobi
Ketua Umum IFPC, Binar Bintang Putra Ananta, menegaskan bahwa kontes semacam ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, kontes menjadi upaya meningkatkan kualitas burung sekaligus memperluas jumlah penghobi di Indonesia. “Kontes menjadi upaya meningkatkan kualitas burung sekaligus memperluas jumlah penghobi di Indonesia. Ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi berbasis hobi,” ujarnya.
Rekam jejak kontes lain bisa dilihat di label kontes merpati, sementara bagi yang baru mulai mengenal burung ini bisa membaca jenis-jenis burung merpati lebih dulu.
Selorejo dan Rencana Kontes Rutin
Selain persaingan yang ketat, panorama Selorejo menjadi daya tarik tersendiri. Suasana alam yang asri membuat kegiatan berlangsung santai namun tetap kompetitif. IFPC Malang Raya pun menargetkan kegiatan serupa dapat digelar rutin hingga tiga kali setiap tahun.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, kontes ini menjadi bukti bahwa dunia merpati hias terus berkembang dan memiliki potensi besar, baik dari sisi prestasi maupun ekonomi kreatif. Penghobi yang ingin menyiapkan burung untuk kontes berikutnya sebaiknya merapikan dasar-dasar pemeliharaan lebih dulu, misalnya lewat panduan ternak merpati di kandang yang baik dan benar.
Sumber: ketik.com
Komentar