Ternak merpati di kandang bukan sekadar menyediakan burung lalu menunggu telur menetas. Hasilnya sangat ditentukan oleh kesiapan indukan, kebersihan kandang, dan ketepatan pemberian pakan selama masa mengeram sampai meloloh. Banyak peternak pemula gagal bukan karena kurang modal, melainkan karena melewatkan tahapan dasar yang justru menentukan kualitas piyik. Urutan berikut merangkum tahapan itu secara praktis.
Pastikan dulu tujuan ternaknya
Langkah pertama adalah menegaskan mau dibawa ke mana ternak ini: hobi atau usaha. Kalau tujuannya usaha, sekadar tahu cara membersihkan kandang dan memberi pakan belum cukup, karena setiap jenis punya pasar sendiri. Merpati jenis-jenis burung merpati berbeda ukuran dan bentuk badan, dan perbedaan itu menentukan harganya. Dari kelompok pedaging misalnya ada carrier atau merpati pembawa dengan tinggi 45-48 cm dan bobot 500-600 gram, carneau yang bisa mencapai 1 kilogram, strasser yang berwarna-warni di balik bulu putihnya, serta mondaine keturunan Prancis dan Italia. Dari bentuk badan dikenal kipas dengan ekor mekar seperti kipas, jacobin yang bulu kepalanya menyerupai topi, frillback dengan bulu keriting di badan dan sayap, juga stropper dengan tembolok besar.
Memilih dan menyiapkan indukan
Induk yang siap dipasangkan biasanya berumur sekitar 7 bulan. Kualitas anakan mengikuti kualitas induknya, dan justru menurun kalau induk sudah lewat 4 tahun. Penurunan itu makin cepat pada sistem babuan, di mana betina dipaksa bertelur lebih rapat dari siklus normalnya yang berkisar 60 hari.
Sebelum dijodohkan, indukan sebaiknya diberi obat cacing supaya piyik tidak tertular, lalu diulang setelah telur menetas agar pertumbuhannya tidak terhambat. Pastikan juga bulunya bersih dari kutu. Kutu membuat merpati gelisah dan sulit tidur, dan pada piyik dia menghisap darah di pangkal bulu sayap muda sehingga pertumbuhan jadi tidak wajar. Begitu terlihat tanda berkutu, segera obati.
Untuk memilih bibit, kenali ciri jantan dan betina. Jantan umumnya membekur saat didekatkan dengan betina, berparuh lebih tebal, berkepala dan berleher lebih besar. Pilih bibit yang besar, lincah, berbulu rapi, ujung sayap tidak melor, dan melawan saat dipegang. Hindari merpati tua: paruhnya tebal, lubang hidungnya berkerut daging tebal, dan bulunya tidak lagi mengkilap.
Kandang: luas, kering, dan punya alas
Kandang merpati biasanya dibuat tinggi dari kayu atau bambu dan menempel pada dinding. Berbeda dari burung lain, merpati hidup berkelompok dan tidak betah di ruang sempit, jadi kandang harus lega. Ukuran yang lazim dipakai adalah tinggi 35 cm, lebar 40 cm, dan panjang 50 cm untuk maksimal sekitar 4 ekor, masih cukup untuk bergerak termasuk saat bertelur.
Selain tempat bertengger, siapkan alas di dasar kandang sebagai penampung kotoran. Kandang lembab membuat merpati cepat sakit. Sebaiknya kandang menghadap ke timur agar mendapat sinar matahari pagi yang membantu menjaga kandang tetap kering; soal ketinggiannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peternak.
Menjodohkan sampai bertelur
Penjodohan dilakukan dengan menyatukan jantan dan betina dalam satu kandang. Cara lain adalah menempatkan keduanya di kurungan terpisah yang berdampingan supaya saling mengenal lebih dulu. Kalau jantan sudah brancah dan betina mulai lenjeh, satukan; kalau jantan masih galak, pisahkan lagi. Tahapan ini dibahas lebih detail di artikel 15 cara menjodohkan merpati agar giring keras.
Ketika tanda mau kawin muncul, masukkan kedua indukan ke pagupon pada malam hari, lalu paginya jemur dalam kandang besar agar sempat kawin. Setelah matahari tinggi, kembalikan ke gupon, beri makan, dan kawinkan lagi pada malam berikutnya. Giring umumnya muncul 2-3 hari sesudahnya tergantung karakter pejantan, dan 5-7 hari setelah giring betina mulai memperlihatkan tanda mau bertelur, tergantung tingkat kesuburannya.
Mengerami telur
Betina biasanya bertelur 2 butir dan langsung mengeraminya selama 19-22 hari. Tidak ada pakan khusus untuk masa ini, tetapi setelah mengeram lebih dari 10 hari indukan perlu pakan bernutrisi tinggi seperti kacang tanah, kacang hijau, dan millet, ditambah suplemen atau vitamin untuk menyiapkan diri meloloh piyik. Ramuan pendukung bisa diracik sendiri dengan panduan cara membuat jamu untuk burung merpati.
Grit wajib tersedia setiap hari selama mengeram dan meloloh agar kebutuhan mineral seperti kalsium terpenuhi sekaligus menjaga pencernaan. Komposisi grit yang bagus adalah 40 persen batu bata merah, 20 persen arang, dan 40 persen grit putih. Grit putih bisa dibeli atau dibuat dari campuran kulit sotong dan kulit telur. Batu bata dan arang ditumbuk agar mudah dimakan; arang berfungsi menyerap zat beracun seperti pestisida yang mungkin terbawa pakan.
Sarang dan penetasan
Siapkan sarang dari jerami dan letakkan di dalam kandang, lalu hindari kandang lembab karena menjadi tempat bakteri berkembang biak. Sarang sebaiknya ditaruh pada wadah agar tidak jatuh atau menggelinding saat dierami, misalnya gerabah berbentuk mangkuk bergaris tengah sekitar 15 cm atau kotak kayu.
Bahan sarang terbaik adalah tembako karena bakteri sukar berkembang biak di sana. Caranya, batang tembakau yang masih basah dipotong sepanjang 20 cm, digepreng, lalu disuwir kecil-kecil dan dijemur sampai kering. Kalau sulit didapat, gantinya bisa daun cemara kering atau ranting kering berukuran kecil. Hindari bambu karena terlalu dingin bagi merpati.
Pakan indukan saat meloloh
Saat piyik berumur 1-7 hari, indukan perlu pakan bergizi berupa biji-bijian seperti jagung, beras merah, millet, kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai. Khusus kedelai, sangrai atau gongseng lebih dulu untuk menetralkan zat trypsine yang sulit dicerna dan bisa mengganggu pencernaan; kandungan proteinnya bagus untuk indukan yang sedang meloloh.
Setelah piyik berumur satu minggu, komposisi pakan bisa tetap sama. Kalau butiran jagungnya besar, pecah dulu agar piyik lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisinya. Millet juga bagus untuk mempercepat pertumbuhan bulu.
Kapan piyik boleh disapih
Sebagian peternak memisahkan piyik dari induk sebelum disapih alami supaya induk cepat bertelur lagi. Sebaiknya kebiasaan itu dihindari. Piyik bisa stres karena kehilangan perlindungan induk dan dipaksa mencari makan sendiri; stres meningkatkan risiko bakteri dalam tubuhnya berkembang dan akhirnya jatuh sakit.
Pisahkan piyik hanya setelah dia benar-benar bisa makan sendiri, dan tempatkan di kandang agak besar yang terpisah dari burung dewasa. Kalau ingin dicampur, cukup dengan betina dewasa agar tidak berkelahi saat berebut makanan. Piyik bisa sesekali dipegang dan dimandikan supaya tidak liar, kandangnya harus mendapat sinar matahari cukup, dan seminggu sekali air minumnya bisa dicampur cuka apel.
Seluruh rangkaian ternak ini bertumpu pada satu hal yang sederhana: kesabaran mengikuti tahapan, dari memilih induk, menjaga kandang tetap kering, sampai menyapih piyik pada waktu yang tepat. Untuk pembaca yang ingin mendalami sisi penangkaran, kumpulan artikelnya tersedia di kategori breeding dan ternak.
Sumber: arenahewan.com
Komentar