Warna bulu merpati terbentuk dari pigmen alami yang diwariskan lewat garis keturunan. Merpati peliharaan sekarang diyakini berasal dari merpati liar yang warnanya masih sederhana; persilangan panjang antar indukan pelan-pelan melahirkan variasi yang dikenal saat ini — tritis, kelabu, blorok, dan banyak lagi. Di lapak maupun di kandang penangkaran, warna dipakai sebagai cara tercepat mengenali garis keturunan, kualitas, bahkan membaca sifat burung.

Warna Dasar Merpati

Warna dasar adalah warna utama yang menutupi sebagian besar bulu. Inilah yang pertama disebut saat seseorang menjelaskan penampilan burungnya, lalu diikuti keterangan tambahan — misalnya megan slap atau kelabu pupur.

Megan

Megan berupa abu-abu dengan garis gelap melintang di bulu sayap, umumnya dua garis meskipun ada pula yang tiga. Karena penampilannya paling umum, megan sering dijadikan patokan saat membandingkan satu merpati dengan merpati lain di lapak.

Tritis

Tritis juga berbasis abu-abu seperti megan, tetapi bulunya dihiasi bintik dan garis hitam sehingga tampak lebih ramai. Varian tritis cukup banyak, antara lain tritis batik dan tritis batu; yang membedakan adalah pola bintik di sayap dan badan.

Kelabu

Kelabu adalah warna polos tanpa corak mencolok dan cukup sering dijumpai. Di kalangan pemain, kelabu kabarnya lebih mudah dilatih sehingga banyak dipakai untuk latihan dasar. Varian yang dikenal antara lain kelabu asap dan kelabu monyet.

Blorok

Blorok adalah kombinasi warna yang tampak acak, seperti cat yang diaduk lalu dioleskan sembarangan. Tidak ada pola pasti pada blorok, dan justru ketidakteraturan itu yang membuat tiap burung blorok berbeda satu sama lain.

Coklat atau gambir

Coklat yang kekuningan sering disebut gambir. Warna hangat ini termasuk favorit banyak pemilik burung karena paduannya dengan putih di sayap atau kepala menghasilkan tampilan yang bersih.

Blantong

Blantong atau blatong adalah merpati dengan bulu putih yang menonjol, biasanya menutupi kedua sayap sampai kepala. Di sebagian daerah sebutan ini dikenal juga dengan nama kaji.

Warna Sekunder Merpati

Warna sekunder adalah keterangan tambahan yang dipasang di belakang warna dasar. Aturan mainnya sederhana: sebut warna dasar dulu, baru warna tambahannya. Merpati megan dengan corak putih di sayap karena itu disebut megan slap, bukan sebaliknya.

Slap

Slap berarti adanya corak putih pada sayap. Slap bisa muncul di atas warna dasar apa pun, sehingga megan slap, kelabu slap, maupun coklat slap semuanya sah dipakai.

Metris atau batik

Metris adalah bercak coklat yang tersebar di sayap dan mirip motif batik. Bercak inilah yang membuat burung terlihat bertekstur; pemain dari daerah lain umumnya menyebutnya batik.

Pupur

Dalam bahasa Sunda dan Jawa, pupur berarti bedak. Merpati pupur adalah burung yang bagian kepalanya lebih terang daripada lehernya, seolah wajahnya diberi bedak. Megan pupur dan kelabu pupur adalah dua kombinasi yang paling mudah ditemui.

Cara Membaca Warna Merpati

Karena nama warna berbeda-beda tiap daerah, cara paling aman adalah menyebutkan dua hal sekaligus: warna dasarnya dan corak tambahannya. Cara itu membuat komunikasi dengan penjual atau calon lawan main tidak gampang salah paham. Warna juga sering dikaitkan dengan katuranggan, seperti pada pembahasan sisik kaki dan warna yang dipercaya menentukan keberuntungan.

Bagi yang baru mulai mengenal merpati, cocokkan dulu burung di kandang dengan daftar warna di atas, lalu lanjutkan ke jenis merpati berdasarkan ukuran badan atau jenis merpati hias yang populer. Yang penasaran dengan corak langka, bisa intip warna merpati unik yang jarang terlihat.

Sumber: hewanpeliharaan.org