Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur. Bagi para penghobi merpati, siung kecil berbau menyengat ini sudah lama dipercaya sebagai bahan alami yang membantu menjaga kesehatan burung, terutama saat musim hujan tiba. Banyak lofter yang menyimpan beberapa siung di kandang atau melolohkannya langsung kepada burung kesayangan mereka.

Bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana memberikannya dengan benar? Simak penjelasan berikut.

Mengapa Bawang Putih Berkhasiat Obat

Bawang putih utuh praktis tidak berbau. Aroma khasnya baru muncul setelah siung ditumbuk atau dimemarkan. Saat itu, zat alin di dalam daging bawang putih bertemu dengan enzim alinase dan terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat. Bau menyengat yang kita cium berasal dari kandungan sulfur (belerang) pada alisin.

Senyawa alisin inilah yang memberi bawang putih sifat menyembuhkan. Dalam dunia peternakan unggas, bawang putih dikenal punya efek antibakteri, antijamur, antiparasit, dan antivirus sekaligus — empat pelindung dalam satu bahan alami.

Manfaat Bawang Putih untuk Merpati

1. Antibakteri alami. Penelitian menunjukkan alisin mampu melawan bakteri dari kelompok Escherichia, Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus, Klebsiella, Proteus, Bacillus, dan Clostridium. Karena sifat inilah bawang putih banyak dipakai mengatasi gangguan pencernaan yang dipicu bakteri.

2. Antijamur. Alisin menghambat pembentukan mikotoksin seperti aflatoksin dari parasit Aspergillus. Dengan begitu, bawang putih ikut mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan jamur, termasuk infeksi saluran napas yang sering muncul di kandang lembap.

3. Antiparasit. Bawang putih sudah lama dipakai sebagai obat cacing tradisional. Penelitian terbaru mengonfirmasi bahwa alisin cukup efektif melawan beberapa jenis parasit yang biasa menyerang burung peliharaan.

4. Antivirus. Zat yang sama membantu burung bertahan dari serangan virus, baik yang berasal dari burung liar di sekitar rumah, kandang yang kotor, maupun air minum yang terkontaminasi.

5. Meredakan flu dan pilek. Saat musim pancaroba atau musim hujan, burung lebih rentan pilek. Pemberian bawang putih secara teratur membantu meredakan gejala sekaligus memperkuat daya tahan tubuhnya.

6. Menghangatkan tubuh. Inilah alasan utama penggemar merpati, perkutut, derkuku, dan puter memberikan bawang putih saat musim hujan. Sifatnya yang menghangatkan membuat burung tidak mudah masuk angin.

7. Membantu penyembuhan luka. Bawang putih berkhasiat membantu proses penyembuhan luka pada burung. Bahkan sebagian penghobi menggunakannya dalam terapi penumbuhan bulu sayap dan ekor yang rontok.

Manfaat-manfaat di atas membuat bawang putih layak dilirik sebagai pelengkap perawatan rutin, khususnya untuk mencegah penyakit sebelum parah. Untuk penyakit yang sudah berat seperti tetelo, tetap perlu penanganan lebih serius.

Dua Cara Pemberian

Jus bawang putih untuk air minum

Penggemar burung di mancanegara biasanya memberikan bawang putih dalam bentuk cair, misalnya untuk kenari, finch, merpati, maupun perkutut. Caranya:

  • Ambil beberapa siung bawang putih segar, tumbuk lalu bilas dengan air bersih.
  • Campurkan ke dalam satu gelas air hangat.
  • Diamkan beberapa menit sampai ekstraknya larut merata.
  • Saring, lalu simpan di wadah air minum burung.
  • Setelah dingin, jadikan sebagai air minum harian.

Meloloh langsung

Penggemar di Indonesia umumnya memotong bawang putih kecil-kecil lalu melolohkannya langsung kepada burung. Cara ini paling sering dipakai untuk keluarga merpati-merpatian seperti merpati, perkutut, derkuku, dan puter, karena burung-burung ini sudah jinak dan mudah beradaptasi sehingga meloloh burung dewasa bukan masalah.

Dos dan Don'ts

Yang perlu diingat: pemberian harus tepat takarannya, tidak berlebihan. Bawang putih adalah suplemen pendukung, bukan pengganti pakan utama. Untuk racikan pakan harian yang lebih lengkap, Anda bisa lihat racikan pakan penambah nafsu makan atau aneka resep jamu untuk merpati.

Bahan alami lain yang sejenis dan mudah didapat adalah cuka apel, yang juga punya sifat menyehatkan saluran pencernaan. Kuncinya satu: konsisten dalam pemberian, dan selalu perhatikan kondisi burung sebagai indikator utama.

Selamat mencoba, dan semoga burung Anda selalu sehat.