Mengenal Merpati Jawa Sungut: Burung Dara Endemik yang Unik

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk di dunia perburungan. Salah satu spesies merpati yang hanya ditemukan di Nusantara adalah Merpati Jawa Sungut, atau yang juga dikenal dengan sebutan Mansen. Merpati ini merupakan merpati endemik Indonesia yang mempunyai karakteristik fisik dan perilaku terbang yang sangat berbeda dari merpati pada umumnya. Bagi para penghobi merpati, keberadaan Mansen sudah dikenal sejak lama sebagai jenis burung dengan kemampuan luar biasa.

Ciri Khas Fisik Merpati Jawa Sungut

Secara sekilas, Merpati Jawa Sungut memang tampak mirip dengan merpati biasa. Namun, ada beberapa ciri fisik khas yang membedakannya dari jenis merpati lainnya. Pertama, Mansen memiliki bulu kecil yang berdiri di atas pangkal paruhnya, menyerupai kumis atau sungut — itulah yang menjadi asal-usul nama "Jawa Sungut". Kedua, merpati ini memiliki mata yang berwarna hitam pekat dan paruh yang juga berwarna hitam. Ketiga, kakinya tidak berbulu sama sekali. Keempat, Mansen tidak memiliki jambul di atas kepalanya. Jika ditemui seekor merpati yang diklaim sebagai Mansen namun memiliki jambul atau ciri-ciri di atas tidak lengkap, kemungkinan besar sudah disilangkan dengan jenis merpati lain.

merpati jawa sungut mansen

Kemampuan Terbang yang Luar Biasa

Keunikan utama Merpati Jawa Sungut terletak pada kemampuan terbangnya. Berbeda dari kebanyakan burung yang aktif di siang hari, Mansen memiliki penglihatan yang cukup baik di malam hari sehingga bisa diterbangkan bahkan setelah matahari terbenam. Kemampuan ini sangat jarang ditemui pada jenis burung lain. Dalam komunitas merpati, ada cerita tentang pemilik Mansen yang menerbangkan burungnya di malam hari dengan menggunakan GPS tracker untuk memantau jalur terbangnya — dan hasilnya mengejutkan karena burung tetap bisa terbang dengan stabil meski dalam kondisi minim cahaya.

Selain kemampuan terbang malam, Mansen juga dikenal mampu terbang sangat tinggi hingga posisi "mentil" (tertinggi dan tampak kecil di langit) serta bisa bertahan berjam-jam di udara tanpa henti. Kecepatan terbangnya tergolong rendah, mirip dengan merpati pos, namun daya tahan dan ketinggiannya jauh melampaui merpati balap pada umumnya. Kemampuan homing atau pulang ke kandang sendiri juga cukup kuat, meskipun tidak sehebat merpati pos yang bisa pulang dari jarak ribuan kilometer.

Permainan "Getakan" dan Kepunahan

Secara tradisional, Merpati Jawa Sungut dimainkan dalam permainan yang disebut "getakan" — mirip dengan permainan merpati pos di mana burung dilepaskan dari jarak tertentu dan harus pulang ke kandangnya sendiri. Permainan ini pernah sangat populer di kalangan penghobi merpati di Jawa. Namun seiring waktu, popularitas getakan menurun drastis karena kesulitan akomodasi dan keperluan yang cukup rumit untuk memainkannya secara regular.

Penurunan popularitas permainan getakan berdampak langsung pada populasi Merpati Jawa Sungut murni. Banyak breeder yang mulai menyilangkan Mansen dengan jenis merpati lain untuk menghasilkan keturunan yang lebih mudah dikembangbiakkan atau memiliki karakter tertentu. Akibatnya, Mansen asli dengan ciri-ciri lengkap semakin sulit ditemukan. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari komunitas penghobi merpati, termasuk IEPC (Indonesian Endemic Pigeon Community) yang berupaya melestarikan Mansen dengan memasukkannya dalam kategori merpati hias yang layak dipelihara dan dikembangbiakkan.

Upaya Pelestarian dan Cara Memelihara

Bagi yang tertarik memelihara Merpati Jawa Sungut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan mendapatkan Mansen dengan ciri fisik asli — tanpa jambul, mata dan paruh hitam, kaki bersih tanpa bulu, serta adanya "sungut" di atas paruh. Pemeliharaannya relatif sama dengan merpati pada umumnya, namun perlu diperhatikan aspek pakan dan perawatan kandang agar bulu dan kondisi tubuh tetap prima. Artikel jenis merpati hias bisa menjadi panduan awal bagi yang ingin mengenal lebih jauh berbagai jenis merpati di Indonesia.

Pelestarian Mansen bukan hanya tanggung jawab komunitas penghobi, tapi juga masyarakat umum yang peduli terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. Bagi yang ingin melihat contoh merpati endemik Indonesia secara langsung, TMII (Taman Mini Indonesia Indah) memiliki koleksi beberapa jenis merpati hias dan endemik yang bisa dikunjungi. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian Merpati Jawa Sungut agar generasi mendatang masih bisa mengenal keunikan burung dara endemik Indonesia ini.

Sumber: hewanpeliharaan.org, komunitas merpati.org