Merpati dikenal sebagai hewan yang sangat setia pada pasangannya. Dalam kondisi normal, seekor merpati akan berjodoh dengan satu pasangan hidupnya hingga salah satu dari mereka meninggal. Namun ada kalanya seorang peternak perlu mengganti pasangan merpati peliharaannya, entah untuk memperbaiki keturunan, mengganti betina yang sudah tua atau kurang produktif, atau sekadar mencoba kombinasi baru agar hasil ternak lebih baik.
Mengganti pasangan merpati bukan hal yang mudah karena insting kesetiaan mereka cukup kuat. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar proses penggantian pasangan berjalan lancar tanpa menyebabkan stres berlebih pada burung.
Mengenali Tanda Jodoh Sebelum Mengganti
Sebelum memutuskan untuk mengganti pasangan, penting untuk memahami bagaimana merpati menunjukkan rasa suka pada pasangannya. Merpati jantan yang menyukai betinanya biasanya akan terlihat sangat aktif bekur (berkokok) di kandang sambil berputar-putar mendekati betina. Saat dibawa umbar, jantan juga akan sesekali menunjukkan perilaku merayu kepada betinanya.
Sementara itu, betina yang menyukai jantannya tidak akan mudah tergoda oleh pejantan lain. Betina yang sudah berjodoh tidak akan lenjeh saat dirayu merpati jantan lain, dan biasanya akan menunjukkan perilaku agresif di kandang seperti menari berputar atau bekur dengan aktif.
Indikasi ini tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena terkadang merpati juga terlihat pasif karena sedang mengalami stres atau masa mabung. Perlu diamati selama beberapa hari untuk memastikan apakah merpati benar-benar sudah berjodoh atau belum.
Langkah-langkah Mengganti Pasangan Merpati
Pertama, pisahkan merpati jantan dan betina ke kandang yang berbeda. Pastikan keduanya tidak saling melihat selama proses pemisahan. Lakukan pemisahan ini pada saat kondisi merpati tidak dalam masa giring atau keket. Biarkan terpisah selama 3 sampai 7 hari, atau sampai merpati mulai menunjukkan tanda-tanda kesepian seperti jantan mulai memanggil-manggil (ngukk.. ngukk..) dan betina mulai mengangguk-angguk saat mendengar suara pejantan lain.
Kedua, setelah masa pemisahan cukup, masukkan pasangan pengganti ke kandang merpati. Pastikan pasangan baru sudah dalam kondisi birahi atau sudah lenjeh (siap kawin). Kondisi birahi ini penting agar proses penjodohan bisa berjalan cepat dan lancar.
Ketiga, biarkan merpati berinteraksi di kandang yang cukup luas. Biasanya merpati akan langsung kawin saat proses penjodohan dengan pasangan barunya. Biarkan selama minimal 3 hari untuk memastikan mereka sudah benar-benar berjodoh, yang ditandai dengan perilaku saling meloloh (ciuman) dan kawin.
Mengatasi Masalah Saat Proses Penggantian
Tidak semua merpati langsung mau menerima pasangan baru. Ada beberapa kemungkinan masalah yang bisa terjadi. Merpati jantan bisa mengalami stres yang ditandai dengan perilaku sangat galak, tidak mau merayu betina baru, atau acuh saja saat diberi pasangan pengganti. Jika ini terjadi, sendirikan dulu jantan atau umbar sampai kondisinya pulih dan mulai mau bekur kembali.
Masalah lain yang sering muncul adalah jantan yang masih galak tapi masih mau bekur dan kawin. Dalam kasus ini, satukan mereka di kandang yang cukup luas agar betina bisa menghindar jika merasa terancam. Biarkan saja sampai mereka beradaptasi, atau sendirikan dulu jantan sampai sifat galaknya mereda.
Kesabaran adalah kunci utama dalam mengganti pasangan merpati. Tidak semua burung bisa langsung menerima pasangan baru dalam waktu singkat. Amati perilaku mereka setiap hari dan sesuaikan langkah berdasarkan respons merpati.
Komentar