Museum Brawijaya di Malang, Jawa Timur, terkenal menyimpan peninggalan masa perang: tank buatan Jepang yang direbut arek-arek Suroboyo pada Oktober 1945, deretan senjata zaman revolusi, hingga dokumen perjuangan. Namun di antara barang-barang itu, ada satu benda yang jarus ada di lemari kaca: seekor merpati pos yang diawetkan. Burung kecil ini bukan koleksi biasa. Di keterangannya tertulis bahwa ia pernah menjadi kurir di wilayah Komando Ronggolawe, Lamongan dan Bojonegoro, pada tahun 1946, dengan front Surabaya.

Kisahnya mengingatkan kita bahwa jalur komunikasi pejuang tidak selalu berupa kabel atau radio. Di garis depan, pesan bisa berpindah tanpa menarik perhatian musuh, asalkan dikirim lewat burung.

Kurir yang nyaris tak disadari musuh

Sejak awal penugasan, merpati pos ini dipakai untuk mengantar pesan secara sembunyi-sembunyi antar pejuang di kawasan Lamongan hingga Surabaya. Karena wujudnya kecil dan tampak seperti burung liar pada umumnya, ia tidak menimbulkan kecurigaan tentara Belanda. Pesan yang dibawanya bisa menembus jalur yang terlalu berbahaya kalau dilewati orang.

Namun, tugasnya tidak berlangsung lama. Suatu saat saat mengantar misi rahasia, burung ini sudah terendus musuh. Penembak jitu Belanda menembaknya, pelor menembus tubuhnya, dan sayapnya mulai melemah. Meski terluka, misi tetap ia lanjutkan. Burung itu terus terbang sampai akhirnya tiba di hadapan komandan Tentara Republik, di mana ia jatuh dan mati.

Sebagai penghormatan atas jasanya, burung merpati pos itu diberi gelar Letnan Anumerta. Bangkainya kemudian diawetkan dan diserahkan ke Museum Brawijaya untuk mengenang perjuangannya. Catatan kisah ini juga termuat dalam buku Album Perang Kemerdekaan 1945-1950 yang diterbitkan Badan Penerbit Almanak RI.

Bagaimana merpati pos dilatih jadi kurir

Kemampuan seperti itu tidak muncul begitu saja. Sejak masih anakan, burung harus dikenalkan kepada manusia agar tidak takut pada pemiliknya. Caranya sederhana: sering memegangnya dengan lembut saat kandang dibersihkan, dan membiarkannya terbiasa melihat tangan kita. Perlakuan rutin seperti ini membuat burung merasa aman, sehingga ia mudah mengenali pemilik dan rumahnya sendiri.

Berikutnya, manfaatkan fase anakan berhenti diloloh induk untuk memberi perintah. Sambil meloloh di luar kandang, peikahkan bunyi peluit, kentongan, atau lonceng. Bunyi itu lambat laun dipahami sebagai tanda masuk kandang. Setelah itu, latihan pelepasan dimulai sejak burung berusia 6-8 minggu: bawa menjauh sekitar 1,6 km dari rumah lalu lepas. Jaraknya bertambah bertahap, kira-kira 8 km per minggu dengan arah yang bergantian, supaya burung tidak kebingungan mencari jalan pulang. Cincin atau ring berkait GPS sebaiknya dipasang agar burung yang tersesat mudah dikembalikan. Setiap kali pulang, beri makanan favorit sebagai hadiah supaya burung betah kembali. Untuk mengantar pesan, disiapkan dua kandang yang sama nyamannya sebagai titik asal dan tujuan, lalu pesan diselipkan di kaki atau di tas kecil yang tidak menyakiti burung. Panduan lebih lengkap soal ini bisa dibaca di artikel Perawatan dan Pelatihan Burung Merpati Lengkap dari Piyik dan Cara Melatih Merpati Pos Racing Agar Juara.

Karakter burungnya sendiri juga mendukung. Ringkasan sifat uniknya dibahas di Keunikan dan Daya Tarik Burung Merpati Pos yang Luar Biasa.

Kemampuan yang pernah disalahgunakan

Sayangnya, keandalan merpati pos dalam menempuh jarak pernah dimanfaatkan untuk hal terlarang. Pihak Departemen Bea dan Cukai Kuwait pernah menangkap seekor merpati yang kedapatan membawa tas ransel kecil berisi 178 pil ekstasi. Kejadian itu jelas bukan kesalahan burungnya, melainkan bukti betapa andalnya insting pulang mereka sampai dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dari kurir perang ke burung lomba

Kini merpati pos lebih sering kita lihat di ajang balap dan lomba ketimbang di medan perang, seperti pada lomba Bali ke Jakarta yang menempuh puluhan jam terbang. Namun di balik hiruk pikuk lomba, tersimpan kisah bahwa burung kecil ini pernah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan — dan untuk jasanya, ia pantas menyandang pangkat Letnan Anumerta.

Sumber: https://burungnya.com/pahlawan-indonesia-burung-merpati-pos-ini-diberi-penghargaan-letnan-anumerta/