Persaingan merpati balap nasional kembali menghadirkan cerita menarik dari Situbondo, Jawa Timur. Seekor merpati berbulu abu-abu bernama Panjimas milik Team Daun Mas keluar sebagai juara kelas utama dalam ajang Bupati Situbondo Cup 2026 yang digelar di lapangan Kampung Kerbau, Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, pada Minggu (4/10/2026). Gelar itu langsung berbuah tawaran fantastis: seorang kompetitor asal Solo, Jawa Tengah, disebut siap menebus Panjimas dengan harga Rp700 juta.
Kemenangan tersebut bukan keberuntungan sesaat. Panjimas harus melewati persaingan ketat melawan ratusan pasang merpati balap dari berbagai daerah di Indonesia. Joki Team Daun Mas, Sifi, mengakui bahwa lawan-lawannya tampil menempel ketat sepanjang perlombaan. "Tarungnya sengit. Musuhnya bagus-bagus, rata-rata menempel ketat," ujarnya di lokasi perlombaan. Menurutnya, Panjimas akhirnya bisa unggul lewat kecepatan tembaknya, meski selisih kedatangan dengan para pesaing tergolong sangat tipis.
Gelar Keempat di Level Nasional
Situbondo menjadi gelar keempat yang dikantongi Panjimas. Sebelumnya, merpati ini sudah mengoleksi dua gelar di ajang Liga Jatim Bersatu (LJB) di Pamekasan dan Jember, serta satu gelar nasional di Cirebon. Konsistensi inilah yang membuat nilai tawarnya melonjak. Atas kemenangan di kelas utama, Team Daun Mas berhak membawa pulang hadiah tunai sebesar Rp57 juta.
Meski tawaran Rp700 juta sudah disampaikan, pemilik Panjimas masih enggan melepas burung jawara tersebut. Sikap itu wajar, mengingat merpati dengan rekam jejak juara berulang punya posisi istimewa di kalangan penghobi, bukan hanya sebagai burung lomba tetapi juga sebagai sumber genetik untuk breeding.
Antusiasme Peserta dari Seluruh Indonesia
Penyelenggara mencatat sekitar 500 pasang merpati ikut berlaga di Bupati Cup 2026. Peserta datang dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Medan, Jakarta, Bandung, hingga wilayah Jawa Timur dan Madura. Sekretaris Penglok PPMBSI Situbondo, Haripujiono, menilai kehadiran peserta dari luar daerah menjadi bukti bahwa lomba di Situbondo berjalan sukses dan meriah.
Total hadiah yang diperebutkan pada ajang ini mencapai Rp216 juta. Rangkaian acara dibuka Jumat (2/10/2026) untuk kelas junior dengan hadiah Rp66 juta, dilanjutkan lomba Galatama pada Sabtu (3/10/2026), lalu ditutup kelas utama pada Minggu dengan total hadiah Rp150 juta. Sifi juga memuji fasilitas arena di Kampung Kerbau yang dinilai representatif untuk kompetisi berskala besar, termasuk soal kenyamanan penonton yang hadir menyaksikan jalannya perlombaan.
Peluang Ekonomi dari Merpati Juara
Kisah Panjimas menunjukkan bahwa merpati balap bukan sekadar hobi. Seekor burung dengan catatan juara berulang bisa memiliki nilai jual yang sangat tinggi, bahkan mendekati harga properti. Bagi para penghobi, hal ini menjadi dorongan untuk serius menekuni pelatihan, pemilihan indukan, hingga perawatan kesehatan burung.
Perlombaan merpati balap nasional sendiri terus bergulir sepanjang tahun. Sebelum Situbondo, sejumlah event besar juga digelar di berbagai daerah, seperti Piala Panglima TNI Cup 2026 di Lanud Sulaiman yang memperlihatkan merpati balap sprint unjuk gigi. Bagi yang ingin mendalami dunia ini, informasi seputar merpati balap dan berbagai lomba merpati bisa menjadi bahan pembelajaran sebelum mulai melatih burung sendiri.
Yang jelas, nama Panjimas kini masuk daftar merpati balap nasional yang wajib diperhitungkan. Pertanyaannya, sampai berapa lama pemiliknya mampu menahan tawaran yang terus naik?
Komentar