Lelang amal tahunan PIPA kembali digelar, dan edisi 2026 ini mempertegas bahwa komunitas merpati balap internasional bisa menyatukan kekuatan untuk hal di luar perlombaan. Dari 26 Oktober 2026 pukul 17.00 sampai 8 November 2026 pukul 12.30, PIPA menggelar Charity Auction yang menawarkan 17 merpati dari peternak ternama Belanda dan mancanegara. Seluruh hasil lelang disalurkan ke lima lembaga amal, tanpa ada potongan bagi PIPA maupun para penderma.
100 Persen Hasil Lelang untuk Lima Lembaga Amal
Yang membuat lelang ini istimewa adalah komitmen pembagian hasil. Baik PIPA maupun peternak yang mendonasikan burungnya tidak menerima imbalan apa pun, sehingga 100 persen dana yang terkumpul disalurkan langsung ke lima organisasi yang dipilih oleh staf PIPA sendiri. PIPA sengaja memilih lebih dari satu lembaga agar manfaatnya menyebar ke berbagai pihak yang membutuhkan, termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, hingga hewan peliharaan.
Lima lembaga penerima manfaat tahun ini antara lain Kledingpunt vzw yang mengumpulkan pakaian untuk anak dan keluarga prasejahtera, De Boom vzw di Zelzate yang memberi dukungan rehabilitasi bagi anak dan remaja dengan kebutuhan perkembangan khusus, De Lovie vzw untuk penyandang disabilitas intelektual, serta Better Life for Pets & People vzw yang fokus pada kesejahteraan manusia dan hewan peliharaan. Satu lembaga lainnya, Onze Duif vzw, secara khusus menyasar anak muda: memperkenalkan mereka pada merpati balap dan membuka akses agar bisa ikut serta dalam olahraga ini dengan cara yang terjangkau.
Sejarah Panjang: Dari 'Pigeons for Life' Jadi Tradisi Sendiri
Ide lelang amal ini punya akar dari program 'Music For Life' milik Studio Brussel, di mana PIPA sempat menggalang dana dengan nama 'Pigeons for Life'. Setelah program itu berakhir, PIPA memutuskan melanjutkan tradisinya sendiri. Kini Charity Auction sudah menjadi agenda tahunan tempat PIPA, para penghobi merpati, dan mitra berkumpul untuk menunjukkan kepedulian mereka.
Kunci keberhasilan lelang ini tentu saja pada donasi burung. Untuk edisi 2026, sejumlah nama besar di kancah merpati pos balap dunia turut menyumbang, antara lain Carlo Gyselbrecht, Hugo Batenburg, Jelle Jellema, Hardy Krüger, Lubomir Kubacek, Verweij-De Haan, Henrik Brinkmann, Freddy & Jacques Vandenheede, Bart Geerinckx, Sam Bostoen, hingga tim Chris Hebberecht & Team Verschoot. Donasi mereka menjadi bukti bahwa solidaritas di dunia balap merpati melampaui persaingan di lintasan.
Tidak hanya burung, para mitra PIPA juga menyumbang jasanya secara cuma-cuma. Pigeon Photography menangani fotografi profesional, sementara PiGen dan Gendika menyediakan layanan uji DNA — komponen penting dalam mendokumentasikan keturunan setiap burung yang dilelang. Dengan semua pihak bekerja tanpa mencari keuntungan pribadi, PIPA memastikan seluruh hasil lelang benar-benar sampai ke kelima lembaga amal.
Bagi penghobi di Indonesia, Charity Auction ini bisa dilihat sebagai contoh bagaimana komunitas merpati pos balap global menyatukan hobi dan kegiatan sosial. Bagi yang penasaran dengan dunia lelang merpati internasional, bisa intip juga deretan artikel lelang PIPA atau berita lelang merpati lainnya di MerpatiID, termasuk kabar Gommaire Verbruggen yang melelang seluruh pasukan merpati tuanya.
Komentar