Sebuah tim produksi dokumenter asal Eropa sedang mencari peserta yang jarang-jarang diminta: penghobi merpati yang kandangnya berdiri di atas atap gedung tinggi di tengah kota besar. Panggilan audisi ini dipublikasikan lewat situs PIPA pada 21 Oktober 2026 dan langsung menarik perhatian karena menyasar sisi urban dari hobi yang identik dengan area pedesaan.

Tim produksi membuka kesempatan untuk dua kelompok usia: orang dewasa, atau anak dan remaja berusia 8 sampai 13 tahun yang aktif terlibat dalam dunia merpati. Syarat utamanya jelas — kandang harus berada di atap sebuah gedung yang tinggi di kota besar, bukan di halaman rumah atau lahan terbuka. Pilihan utama mereka ada di Belgia, namun pendaftar dari negara lain tetap diundang untuk ikut serta.

Siapa yang Dicari Tim Produksi

Dalam pengumumannya, tim produksi mencari figur yang bersedia diajak berbicara tentang pengalaman mereka, atau sekadar memperlihatkan bagaimana rasanya merawat hewan-hewan ini sehari-hari. Yang membuat pencarian ini menarik adalah dimensi antargenerasinya: mereka berharap menemukan anak muda yang menjalani hobinya bersama kakek-nenek, paman, tetangga, atau pendamping dari generasi berbeda. Hobi merpati memang dikenal sebagai salah satu yang paling kuat menjembatani selisih usia, dan sudut pandang seperti inilah yang diincar sebuah dokumenter.

Kalau ada pembaca MerpatiID yang merasa kualifikasinya cocok, kontak resminya adalah surel [email protected] sebagaimana tercantum di halaman pengumuman PIPA.

Kandang di Atap: Ruang Sempit, Tantangan Besar

Bagi penghobi perkotaan, lahan yang terbatas sering kali membuat atap gedung jadi satu-satunya pilihan untuk memelihara merpati. Tapi kandang di ketinggian membawa tantangan tersendiri dibanding kandang di tanah. Paparan angin jauh lebih kuat, sinar matahari siang langsung mengenai kandang, dan bobot konstruksi harus dihitung matang karena semua material harus diangkut naik lewat tangga atau lift.

Sisi menariknya justru terletak pada kemampuan burungnya. Merpati pos adalah merpati yang terbang pulang ke kandangnya sendiri dari jarak jauh, mengandalkan kombinasi indera untuk mengenali medan di bawahnya. Kandang di atap gedung memberi burung patokan visual yang khas — garis jalanan, persimpangan, sampai bangunan tinggi lain — yang tidak dimiliki kandang di tengah persawahan. Bisa dibilang, kandang perkotaan menuntut merpati membaca peta kota, dan itulah yang membuatnya istimewa. Panduan lengkap soal kemampuan ini bisa dibaca di artikel sistem navigasi merpati.

Perawatan harian pun tidak boleh dianggap enteng. Kandang yang terbuka lebar di atap perlu perhatian pada kelembapan, sirkulasi udara, dan keamanan dari pemangsa seperti elang atau musang yang lebih mudah menjangkau kandang ketinggian. Urusan pakan, minum, dan kebersihan kandang mengikuti prinsip dasar yang sama seperti kandang lain, sebagaimana dirangkum dalam panduan cara merawat merpati balap.

Peluang untuk Penghobi Indonesia

Panggilan audisi ini terbuka untuk pendaftar di luar Belgia, dan itu bisa menjadi peluang bagi penghobi Indonesia yang kandangnya berdiri di atas rumah bertingkat atau gedung perkotaan. Selama ini citra merpati di kota besar memang kalah menonjol dibanding di daerah yang lahannya lebih lapang, padahal komunitas penghobi perkotaan terus tumbuh dan rutin menggelar latihan terbang.

Yang perlu dipastikan sebelum mendaftar adalah jenis burungnya. Dokumenter semacam ini mengangkat merpati pos — burung balap yang dilatih pulang dari jarak jauh — bukan merpati tinggian yang dilombakan berdasarkan ketinggian terbang, meski keduanya sama-sama sering dijumpai di kandang-kandang kota. Untuk jenis merpati pos dan ajang yang mengikutinya, pembaca bisa menyimak kategori merpati pos, sementara yang ingin memilih burung berkualitas bisa mulai dari panduan memilih merpati.

Sumber dan foto

Info audisi diambil dari pengumuman tim produksi dokumenter yang dipublikasikan di situs PIPA (21 Oktober 2026): www.pipa.be/en/articles/call-documentary-participants-pigeon-loft-city-rooftop-42093. Foto pada artikel ini merupakan ilustrasi hasil generasi AI, bukan foto dari tim produksi.