Nama Om Adi Kodok sudah tidak asing lagi di kalangan penggemar merpati tinggian Jambi. Banyak jawara yang lahir dari tangannya, salah satunya CR7 yang menjuarai even APMS Tungkal Cup di Lapangan Handil Nusantara Club (HNC), Kebun Handil, Kota Jambi. Selain aktif sebagai pemain, ia juga serius menangkar merpati tinggian dengan materi induk sebagian besar berasal dari eks jawara lomba.

Pola Perawatan Harian Andalan

Di rumahnya ada sekitar lima belas pasang merpati tinggian. Sebagian rutin berlatih di Lapangan HNC, sebagian lainnya dijadikan indukan. Untuk merpati CR7, perawatan hariannya terbilang disiplin:

  • Setiap pagi sekitar pukul 09.00, merpati dikeluarkan dari pagupon dan dijemur sekitar dua jam. Jika betina pasangannya bertelur, telur segera dicabut, lalu burung dimandikan dan dijemur kembali.
  • Pakan diberikan pagi dan sore hari, terdiri dari beras merah, jagung, dan kacang tanah.
  • Setiap pukul 07.00, merpati diberi suplemen penunjang performa.

Menurut Om Adi Kodok, seluruh merpatinya termasuk indukan dan anakan diberi suplemen yang sama karena terbukti membantu pembentukan tulang, otot, dan pertumbuhan bulu. Produk semacam ini bisa digunakan baik untuk merpati tinggian maupun merpati balap.

Setelan Jelang Lomba

Untuk merpati CR7, setelan lomba dimulai setiap hari Kamis dengan rincian sebagai berikut:

  • Kamis: latihan jarak 10–800 meter secara bertahap.
  • Jumat: jarak dinaikkan menjadi 800–1.800 meter hingga mentok di ujung kontes.
  • Sabtu dan Minggu: CR7 siap turun ke lapangan.

Itulah rahasia Om Adi Kodok dalam mencetak jawara merpati tinggian. Kuncinya ada pada disiplin perawatan, pakan yang konsisten, dan setelan latihan yang terukur. Bagi penggemar yang ingin meniru, pastikan pola ini disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing burung agar tidak memaksakan latihan berlebihan.