Di dunia balap merpati pos (homing racing) Belgia, hasil yang konsisten dari bulan April sampai September terbilang sulit diraih — apalagi dengan tim yang kecil. Namun bagi ayah dan anak, Jan dan Tom Iwens dari Sint-Katelijne-Waver, Belgia, hal itu tampaknya jadi rutinitas. Portal balap merpati PIPA merilis laporan loft mereka pada 28 Oktober 2026, memperlihatkan bagaimana tim kecil berisi segelintir merpati berkualitas mampu menghasilkan deretan hasil nasional yang konsisten sepanjang musim.

Seleksi Ketat, Kualitas di Atas Kuantitas

Keluarga Iwens dikenal menerapkan seleksi yang sangat ketat. Mereka tidak memproduksi anakan dalam jumlah massal — hanya yang terbaik yang layak dipertahankan. Pasangan indukan lawas Vici (BE13-6094830) dan Sunshine (BE14-6247381) sempat menjadi sumber utama stok mereka selama bertahun-tahun. Seiring waktu, generasi baru pun disiapkan. Pada 2020 lahirlah Jules (BE20-6218701), yang semasa muda pernah finis ke-20 nasional Bourges dari 28.551 merpati dan ke-64 nasional Châteauroux dari 5.432 merpati, lalu langsung dipindahkan ke kandang indukan.

Sistem balap mereka unik: hanya merpati jantan yang dibalapkan pada tahun kelahirannya. Untuk merpati dewasa dan setahunan, mereka justru membalapkan betina. Akibatnya, jantan menjalani seleksi keras sejak musim pertama — hanya segelintir yang layak naik ke kandang indukan, sisanya dilepas ke rumah lelang. Keputusan paling cermat justru diambil terhadap betina: Perfect Lady (BE21-6022896) langsung diloloskan ke kandang indukan tanpa sempat balap, langka untuk sebuah loft yang biasanya membalap betina. Langkah itu ternyata jitu.

Jules x Perfect Lady: Mesin Juara Nasional

Pasangan Jules dan Perfect Lady kini menjadi fondasi baru. Selama tiga musim terakhir, anak dan cucu mereka mencatat sederet hasil nasional: juara 1 nasional Argenton (2.049 merpati dewasa, 2025), juara 2 nasional Bourges (11.056 merpati setahunan, 2025), juara 5 nasional Bourges (7.666 setahunan, 2025), serta juara 7 nasional Châteauroux (1.723 dewasa, 2024). Salah satu keturunan terbaik mereka adalah jantan berbulu gelap bernama Romelu (BE23-6105082) yang di usia muda sudah menjadi pejantan indukan bagi juara 1 nasional zona Bourges (1.925 setahunan) yang juga menembus juara 2 nasional Bourges dari 11.056 merpati, serta peraih peringkat 2 dan 15 Ace Pigeon KBDB sprint Belgia.

Keberhasilan loft kecil Iwens membuktikan prinsip lama yang dipegang para peternak merpati pos Eropa: kualitas trah menentukan segalanya. Bukan jumlah, melainkan kekuatan garis darah dan seleksi yang disiplin yang membuat sebuah loft kecil mampu bersaing di panggung nasional. Pola serupa terlihat pada kejayaan Jelle Jellema yang menorehkan hasil internasional terbaik sepanjang sejarah balap Barcelona, maupun kemenangan Dr Henk De Weerd di final AFRIKAPRO 2026 — trah yang tepat membuat siapa pun, sekecil apa pun timnya, bisa mencatat hasil besar.

Sumber: PIPA (pipa.be), laporan loft "A strong strain delivers a series of top results with a small racing team at Jan & Tom Iwens (Sint-Katelijne-Waver, BE)", 28 Oktober 2026: https://www.pipa.be/en/articles/strong-strain-delivers-series-top-results-small-racing-team-jan-tom-iwens-sint-katelijne