Di tengah derasnya merpati impor dari Eropa dan Amerika, merpati lokal endemik Indonesia ternyata masih punya pasar yang kuat di kalangan kolektor. Salah satu kanal hobi merpati membahas dua jenis merpati endemik Jawa yang sampai sekarang paling banyak diburu penghobi. Keduanya bukan jenis baru, tapi justru karena jarang ditemukan dalam kualitas bagus, harganya tetap bertahan tinggi.

Dua Jenis Merpati Endemik yang Jadi Incaran

Jenis pertama yang dibahas adalah merpati Keter, merpati penerbang asli Jawa Timur yang masih dilestarikan di kawasan Lumajang, Jember, Situbondo, hingga Banyuwangi. Ciri paling khasnya adalah kemampuan terbang lama dan tinggi dengan tempo yang cenderung pelan namun stabil, berbeda dari merpati balap yang mengutamakan kecepatan. Secara fisik, Keter dikenali dari jambul lebar yang hampir melingkari kepala, paruh pendek berwarna hitam, dahi yang terlihat cembung, mata merah darah, serta kaki merah bersih tanpa bulu simbar. Postur berdirinya tegap dan terlihat berwibawa.

Jenis kedua adalah merpati Jebun, merpati putih berbadan besar yang kini mulai langka dan sulit ditemukan dalam kualitas terbaik. Keunikan Jebun terletak pada perubahan warnanya: saat menetas bulunya hitam kelam, lalu berubah putih seiring pertumbuhan dengan lidi bulu yang tetap menyisakan semburat hitam. Jebun memiliki jambul lancip, kepala yang tampak garang, dan paruh, mata, serta kelopak mata yang seluruhnya hitam sehingga memberi kesan mewah dan tegas.

Kenapa Merpati Endemik Makin Dicari

Kelangkaan menjadi alasan utama. Banyak jenis merpati lokal endemik yang dulu umum dijumpai di kampung-kampung Jawa kini justru sulit diternakkan dalam jumlah besar. Sebagian di antaranya juga sering dipakai sebagai materi getakan alias burung pemicu terbang, sehingga permintaan dari lapak tetap jalan meski pasokan terbatas. Bagi penghobi, memelihara merpati endemik sekaligus menjadi cara ikut melestarikan plasma nutfah lokal yang tidak dimiliki negara lain.

Yang Perlu Dipahami Sebelum Memelihara

Merpati endemik tidak bisa diperlakukan sama seperti merpati hias impor. Karakter terbangnya khas, dan tiap jenis menuntut pola latihan yang berbeda. Kalau baru mulai, pahami dulu karakter dasar burung tinggian lewat panduan katuranggan merpati tinggian, lalu pelajari tahapan melatih piyik untuk tinggian. Untuk jenis yang punya naluri balap, panduan cara memilih merpati balap bisa jadi bekal sebelum membeli. Jangan lupa juga memastikan burung sudah kuat giring kandang, karena fondasi ini yang menentukan apakah latihan berikutnya berjalan mulus.

Sumber video: INILAH 2 JENIS MERPATI ENDEMIK JAWA YANG PALING BANYAK DICARI — omars merpati hias channel.