Kehilangan merpati yang sudah lama dipelihara, apalagi yang punya catatan prestasi, adalah mimpi buruk setiap pemilik. Kasus dari Dieng, Banjarnegara, beberapa waktu lalu jadi contoh nyata: seekor merpati kolong yang lepas akhirnya kembali ke tangan pemiliknya setelah sayembara berhadiah Rp30 juta disebar luas dan viral di media sosial.
Sayangnya, tidak semua pemilik punya dana sebesar itu untuk memasang sayembara. Lalu, apakah merpati yang hilang harus diikhlaskan begitu saja? Tentu tidak. Ada sejumlah cara mencari merpati hilang yang bisa dilakukan tanpa biaya besar, bahkan gratis. Berikut langkah-langkahnya, mulai dari yang paling cepat sampai yang perlu kesabaran ekstra.
10 Cara Menemukan Merpati yang Hilang
1. Sebar informasi lewat media sosial
Media sosial adalah senjata paling cepat saat ini. Bagikan foto, ciri fisik, dan lokasi terakhir merpati terlihat ke grup-grup merpati di Facebook, atau titipkan ke akun Instagram pecinta burung yang followernya banyak. Tambahkan hashtag seputar merpati agar jangkauannya makin luas. Semakin banyak orang tahu, semakin besar peluang burung ditemukan.
2. Jangan sebut merpati itu juara
Ini terdengar aneh, tapi penting. Kalau Anda mengumumkan bahwa burung yang hilang adalah juara atau berprestasi, orang yang menemukannya justru cenderung memilih menyimpan sendiri. Burung berprestasi punya nilai jual tinggi dan bisa dijadikan indukan. Cukup sampaikan bahwa burung itu merpati biasa supaya penemu lebih terdorong mengembalikannya.
3. Manfaatkan jasa buser
Hampir setiap lapak merpati punya orang yang bertugas melacak burung hilang, biasa disebut buser. Mereka punya jaringan informasi yang luas. Kalau memang perlu, berikan imbalan yang setimpal agar pencariannya dikerjakan dengan serius.
4. Perluas pergaulan sesama pehobi
Dunia merpati punya banyak karakter orang, dari yang sangat baik sampai yang bermasalah. Berkenalan dengan keduanya justru menguntungkan, karena informasi soal burung hilang sering datang dari arah yang tidak terduga. Semakin luas jaringan Anda, semakin cepat kabar beredar.
5. Rutin berkunjung ke lapak dan pasar burung
Burung yang ditemukan orang biasanya berpindah tangan lewat lapak. Luangkan waktu mendatangi lapak terdekat, ajak ngobrol penjual, dan titipkan info ciri burung Anda. Dari percakapan seperti ini, peluang mendapatkan petunjuk sering muncul.
6. Tawarkan imbalan yang masuk akal
Imbalan tidak harus puluhan juta. Hadiah yang jelas dan sepadan sudah cukup membuat orang tergerak membantu. Kalau burung Anda memang istimewa, tidak ada salahnya menaikkan nilai hadiah untuk memancing perhatian lebih besar.
7. Cantumkan ciri khas dan nomor ring
Foto saja sering kurang. Tuliskan detail yang membedakan burung Anda, misalnya warna mata, corak bulu, atau nomor pada ring di kakinya. Nomor ring adalah identitas paling kuat. Penemu yang berniat baik akan langsung tahu siapa pemiliknya, sementara yang berniat buruk biasanya memotong ring untuk menghilangkan jejak.
8. Pantau arena lomba
Burung bagus yang disembunyikan biasanya suatu saat tetap akan diikutkan lomba. Karena itu, rajin-rajinlah menonton atau mengikuti hasil lomba di sekitar tempat burung Anda hilang. Kalau muncul di arena, Anda bisa langsung menelusuri siapa yang membawanya.
9. Masuk grup khusus merpati hilang
Ada sejumlah grup Facebook yang fokus pada pencarian merpati hilang, misalnya IMHK (Info Merpati Hilang Kebumen) dan Info Merpati Hilang Jogja. Di sana bertemu orang yang mencari burung hilang dengan orang yang menemukannya. Peluang kecocokan di grup seperti ini cukup besar.
10. Pasang iklan di media cetak dan tempat umum
Media sosial memang dominan, tapi sebagian orang, terutama di daerah, masih membaca media cetak lokal. Iklan kecil di koran lokal plus tempelan foto burung di tempat ramai bisa menjangkau orang yang tidak aktif di dunia maya. Cara lama ini masih efektif.
Cara Mencegah Merpati Hilang
Mencari lebih sulit daripada mencegah. Beberapa kebiasaan berikut bisa menekan risiko burung tidak pulang ke kandang:
- Pasang GPS berbentuk ring. Pelacak GPS kini tersedia dalam bentuk cincin kaki, sehingga bisa dipakai tanpa mengganggu burung. Untuk burung mahal atau berprestasi, alat ini sangat layak.
- Jangan melepas burung saat cuaca buruk. Langit gelap dan suara petir membuat merpati stres serta kehilangan arah, sehingga lupa jalan pulang.
- Tambahkan jarak terbang secara bertahap. Latihan memang perlu, tapi jangan menambah jarak terlalu cepat. Pastikan burung sudah benar-benar hafal rute sebelum dilepas lebih jauh. Panduan bertahap bisa dilihat di cara melatih merpati piyik untuk tinggian.
- Pastikan burung sehat sebelum dilepas. Burung yang sakit cepat lelah, bisa menabrak benda tinggi, lalu berhenti istirahat di tempat asing sampai lupa arah. Kalau perlu, dukung kebugarannya dengan ramuan gula merah untuk merpati.
- Jangan terlalu lama dikurung. Burung yang jarang terbang akan kehilangan tenaga. Asupan pakan sebagus apa pun tidak akan menggantikan olahraga terbang.
- Perhatikan masa tumbuh bulu. Saat bulu primer, sekunder, dan bulu halus di ketiak sedang tumbuh, burung merasa tidak nyaman. Jangan paksa terbang jauh di masa ini.
Kesimpulan
Menemukan merpati yang hilang memang butuh kombinasi usaha, jaringan, dan kesabaran. Mulailah dari cara yang paling murah, seperti menyebar informasi ke media sosial dan grup khusus merpati hilang, lalu lanjutkan ke langkah lain secara bertahap. Yang tak kalah penting, cermati ciri merpati yang siap dilepas jauh lewat panduan ciri burung merpati balap yang berkualitas, supaya risiko burung hilang bisa ditekan sejak awal.
Bagi pemilik yang sangat menyayangi burungnya, biaya untuk imbalan penemu biasanya bukan masalah besar. Sebab, nilai seekor merpati yang sudah lama dirawat sering jauh melampaui uang yang dikeluarkan untuk mencarinya.
Komentar