Kutu adalah salah satu pengganggu yang paling sering dijumpai pada merpati, terutama saat musim panas tiba setelah musim hujan. Pada kondisi lembap yang disusul cuaca hangat, parasit ini berkembang biak sangat cepat. Dalam istilah awam kita menyebutnya kutu, padahal yang biasa menempel di tubuh merpati sebenarnya sejenis tungau pengisap darah dengan nama ilmiah Argas reflexus. Ukurannya ada yang besar sebesar lalat, ada pula yang sangat kecil berwarna hitam dan terselinap di sela-sela bulu sehingga sulit dilihat. Kalau dibiarkan, merpati jadi gelisah, bulunya kusam, dan kondisi tubuh perlahan menurun.

Mengenali Kutu Merpati

Sebelum membasmi, kenali dulu ciri dan kebiasaannya supaya penanganannya tepat sasaran:

  • Tubuhnya lunak dan pipih, panjang sekitar 4 mm, dengan mulut menghadap ke bawah sehingga tidak terlihat dari arah atas.
  • Kutu aktif pada malam hari dan bersembunyi di siang hari, umumnya di sela-sela kandang, pagupon, atau celah atap yang dekat dengan tempat merpati bersarang.
  • Betina menghisap darah hingga bobot tubuhnya bertambah tiga kali lipat, lalu bertelur 20 butir per sekali simpan.
  • Larva menempel pada inang selama 6-7 hari, sementara kutu dewasa cukup makan sekitar 12 jam sekali.
  • Merpati adalah inang utamanya, tetapi burung lain dan bahkan manusia bisa ikut digigit.
  • Jumlahnya yang menumpuk dalam koloni besar bisa membuat merpati lemas, dan pada kasus parah menyebabkan kematian.

Langkah 1: Memandikan Merpati

Secara alami merpati memang akan mandi sendiri jika air tersedia di kandangnya, namun mandi biasa tidak cukup untuk mengusir kutu. Merpati yang terlanjur terkena kutu perlu dimandikan secara khusus dengan cairan pembersih:

  • Siapkan dua ember air — satu berisi larutan shampo atau cairan pembersih, satu lagi berisi air bersih untuk membilas. Shampo manusia biasa sudah bisa dipakai.
  • Basahi seluruh tubuh dengan merendamnya sebentar sambil membuka sayap dan ekor supaya air meresap sampai kulit.
  • Oleskan cairan pembersih ke seluruh bulu hingga merata, usap pelan mengikuti alur bulu agar bulu tidak kusut dan rusak.
  • Bilas dengan air bersih bila memakai shampo, lalu jemur sampai benar-benar kering — bulu akan langsung tampak lebih bersih dan rapi.

Lakukan rutin seminggu sekali selama masa pengobatan agar burung tetap sehat dan kutu tidak sempat kembali berkembang.

Racikan Shampo Alami dari Daun Sirih

Bagi yang ingin bahan alami, daun sirih bisa dijadikan alternatif pembersih sekaligus penghalau parasit. Rebus 20 lembar daun sirih dalam satu liter air selama 15 menit, diamkan larutan tersebut selama satu jam, lalu tambahkan satu tutup botol cairan antiseptik. Gunakan untuk memandikan merpati dengan cara mencelupkan burungnya, membuka sayap dan ekor, lalu mengelus-elus bulunya perlahan. Racikan ini tidak perlu dibilas lagi. Simpan sisa larutan di tempat tertutup untuk pemakaian berikutnya.

Langkah 2: Semprot Kandang dengan Insektisida

Memandikan hanya menuntaskan kutu yang menempel di tubuh. Untuk mencegah kutu kembali, pembasmian di kandang perlu dilakukan. Keluarkan merpati terlebih dahulu, lalu taburi atau semprotkan insektisida atau produk pengusir serangga sejenis ke seluruh area kandang, terutama sudut-sudut yang jarang terjangkau. Diamkan sejenak agar area kering sebelum burung dimasukkan kembali. Langkah ini memutus siklus hidup kutu yang bersembunyi di luar tubuh inangnya.

Langkah 3: Jaga Kebersihan Kandang Terus-menerus

Pencegahan jangka panjang bergantung pada kebersihan lingkungan burung. Bersihkan kandang secara berkala, ganti alas dan media sarang yang sudah kotor, serta cuci tempat pakan dan minum. Kandang yang lapang dan terawat membuat kutu kesulitan menetap. Untuk referensi susunan hunian yang mudah dibersihkan, simak jenis kandang burung merpati dan kegunaannya.

Kutu memang menjengkelkan, tetapi tiga langkah sederhana di atas sudah cukup untuk mengembalikan kenyamanan merpati. Perhatikan juga tanda-tanda parasit kulit lain seperti patek, cacar, atau kutil pada cara mengobati patek, cacar, dan kutil pada merpati. Setelah bebas kutu, bulu merpati bisa dirawat kembali agar pulih seperti sediakala lewat panduan merawat bulu merpati yang rusak dan cara mengkilapkan bulu merpati.

Merpati mandi

Foto: hewanpeliharaan.org

Sumber: hewanpeliharaan.org