Merpati aduan adalah merpati yang dilatih khusus supaya segera terbang menuju pasangannya saat dilepas di lapangan. Karena itu performanya sangat bergantung pada dua hal: kondisi fisik burung dan kualitas latihannya. Merpati yang dirawat asal-asalan biasanya cepat loyo, mudah sakit, atau hilang gairah saat dilepas.

Delapan tips berikut merangkak perawatan harian yang umum dipakai pemilik merpati aduan, dari urusan pakan sampai jadwal harian.

1. Perhatikan Pakan dan Kebutuhan Nutrisi

Setiap burung butuh pakan yang komposisinya seimbang: protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan tambahan nutrisi lain. Porsi yang kurang atau berlebihan langsung terasa pada stamina saat burung diterbangkan.

Jangan hanya memberi satu jenis pakan terus-menerus. Pakan yang monoton membuat burung bosan dan nafsu makannya turun, yang berujung pada kondisi fisik dan mental yang menurun. Variasikan seperti jagung, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, beras merah, beras putih, dan gabah. Panduan lebih rinci soal komposisi ada di artikel Apa Makanan Terbaik Untuk Merpati?

2. Beri Vitamin Secara Teratur

Vitamin membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung kemampuan terbang dan stamina burung. Beberapa pemilih memberi vitamin yang lazim dipakai manusia, misalnya vitamin A, B, C, dan minyak ikan, selain produk vitamin khusus unggas. Yang penting pemberiannya rutin dan dosisnya tidak asal tambah.

3. Jaga Kebersihan Kandang

Kandang kotor membuat burung rentan terpapar kuman dan parasit. Bersihkan kandang minimal dua hari sekali agar selalu higienis. Kandang yang bersih ternyata juga berpengaruh pada mental burung: mereka lebih tenang dan percaya diri saat dilombakan. Lihat juga Cara Membuat Kandang Merpati yang Baik jika ingin membenahi kandang dari awal.

4. Latih Burung dengan Benar

Latihan adalah bagian dari perawatan, bukan hal terpisah. Burung yang tidak pernah dilatih biasanya langsung kewalahan saat dilepas. Kalau memungkinkan, pinjam pola latihan dari pelatih berpengalaman yang sudah terbukti mencetak burung juara, lalu sesuaikan dengan kemampuan burung Anda. Materi dasarnya bisa dibaca di Melatih Merpati Balap dengan Benar.

5. Mandi dan Jemur dengan Tepat

Mandi berguna menjaga kebersihan bulu dan mencegah masalah kulit, sedangkan penjemuran mengeringkan air mandi sekaligus memperkuat daya tahan tubuh. Lakukan keduanya pada waktu yang wajar dan jangan berlebihan pada burung yang sedang dalam kondisi kurang fit. Pastikan bulu benar-benar kering sebelum burung dikembalikan ke kandang.

6. Susun Jadwal Angkrem

Pelatih yang sudah berpengalaman menyusun jadwal angkrem yang tetap: jam mandi, jam jemur, jenis dan jumlah pakan, semuanya dijalankan konsisten setiap hari. Jadwal yang rapi membuat burung terbiasa dengan ritme hidupnya, dan Anda lebih mudah melihat perubahan perilaku yang tidak biasa. Sesuaikan isinya dengan kondisi masing-masing burung.

7. Tambahkan Jamu Tradisional

Selain vitamin, sejumlah ramuan tradisional dipercaya membantu menjaga stamina dan kesehatan. Bahan yang lazim dipakai antara lain telur kampung, telur bebek, madu, dan aneka rempah. Jamu sebaiknya diberikan pada burung yang sehat dan tidak menggantikan pakan utama. Racikan lengkapnya bisa dilihat di Cara Membuat Jamu untuk Burung Merpati.

8. Terus Belajar dari Pengalaman

Tips di atas adalah dasar, bukan batas akhir. Setiap burung punya karakter berbeda, sehingga penanganannya perlu menyesuaikan. Catat hasil latihan dan lomba Anda sebagai bahan evaluasi, dan jangan berhenti mencari informasi dari pemilik yang sudah lebih lama berkecimpung.

Merpati aduan yang dirawat rapi sejak awal umumnya lebih konsisten performanya di lapangan. Mulai dari pakan, kebersihan, latihan, sampai jadwal harian—semuanya saling mendukung.

Sumber: arenahewan.com