Jamu sudah lama dipercaya para pemain merpati tinggian, merpati balap, maupun merpati pos sebagai penambah stamina sebelum berlomba. Selain membantu mendongkrak tenaga, jamu juga diyakini meningkatkan daya tahan tubuh burung agar tidak mudah terserang penyakit, terutama setelah latihan jauh atau lomba yang menguras energi.

Bedanya dengan suplemen pabrikan, jamu racikan sendiri membuat lofter bisa mengatur komposisi bahan sesuai kebutuhan jagoannya. Berikut salah satu resep jamu stamina yang cukup sederhana dan banyak dipakai kalangan penghobi, lengkap dengan takaran serta cara meraciknya.

Jamu Dingin untuk Menjaga Stamina

Jamu dingin dipakai untuk menjaga stamina dan tenaga pada saat burung sedang giring. Pemberian bisa dilakukan tiga hari sekali, dengan dosis 1–3 butir tergantung kebutuhan. Waktu yang tepat adalah sore hari, misalnya pada hari pertama dan hari ketiga pemberian.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan:

  • Temu kunci (serbuk) 1/4 ons
  • Kunyit (serbuk) 1/4 ons
  • Temulawak (serbuk) 1/4 ons
  • Umbi rumput teki (serbuk) 1/4 ons
  • Pasak bumi (serbuk) 1/2 ons
  • Ginseng (serbuk) 1/2 ons
  • Lengkuas merah (serbuk) 1/2 ons
  • Daun sendok / sendokan (serbuk) 1/2 ons
  • Tapak liman (serbuk) 1/4 ons
  • Kopi asli bubuk 1 sendok makan
  • Sarang burung walet 1 jari kelingking
  • Madu asli secukupnya
  • Telur bebek 5–7 butir

Jamu Panas untuk Peluntur Lemak dan Mempercepat Giring

Jamu panas difungsikan untuk menjaga stamina sekaligus meluruhkan lemak dan mempercepat giring. Dosisnya lebih ringan, yaitu 3 hari sekali sebanyak 1 butir. Jamu panas ini dibuat dari komponen jamu dingin nomor 1–13 di atas, lalu ditambah beberapa bahan berikut:

  • Kencur (serbuk) 1 sendok makan
  • Cabe jawa (serbuk) 1 sendok makan
  • Pala (serbuk) 1 sendok makan

Apabila efek panasnya kurang, komposisi bahan bisa ditambah lagi dengan jahe merah (serbuk) 1 sendok makan, lada hitam (serbuk) 1 sendok makan, dan adas pulowaras (serbuk) 1 sendok makan.

Cara Membuat Racikannya

Seluruh bahan serbuk jamu, madu, telur, dan sarang burung dicampur menjadi satu. Aduk dan uleni adonan sampai kalis, lalu gelintir sebesar jagung. Setelah itu jemur adonan sampai benar-benar kering, sekitar 3 hari, agar tidak mudah berjamur. Setelah kering, simpan dalam toples dan masukkan silika gel sebagai penyerap kelembapan agar jamu awet.

Waktu Pemberian yang Tepat

Pemberian jamu sebaiknya menyesuaikan siklus giring. Waktu yang umum dipakai adalah saat ngeram dan angkat giring sore hari, misalnya pada ngeram hari pertama (telur pertama), ngeram hari ketiga, saat bongkar telur, dan angkat giring hari ketiga. Dengan takaran dan waktu yang tepat, jamu berfungsi maksimal tanpa membebani pencernaan burung.

Untuk panduan umum memilih dan memberikan jamu, bisa dibaca juga artikel tentang cara membuat jamu untuk burung merpati serta jamu merpati racikan bahan herbal. Selain jamu, stamina juga ditunjang pakan yang tepat — lihat cara membuat pakan racikan untuk menjaga stamina dan manfaat madu untuk merpati lomba. Supaya giring tidak kendur, simak juga cara agar merpati giring keras.

Sumber: merpati.org