Benjolan kecil di sayap atau kaki merpati sering dianggap remeh. Banyak perawat baru menyangkanya sebagai patek yang biasa meletus sendiri, sampai akhirnya benjolan itu membesar dan tidak kunjung pecah. Itulah uci-uci, atau yang lebih dikenal sebagai daging tumbuh, yang belakangan memang ramai ditemukan di farm-farm merpati balap di Tanah Air. Tidak hanya di kandang kecil, peternak papan atas pun melaporkan ada pembalapnya yang tumbuh benjolan seperti ini.

Apa Itu Uci-uci pada Merpati

Uci-uci adalah benjolan daging yang tumbuh di permukaan kulit merpati, umumnya menempel di pangkal atau sepanjang sayap dan kaki. Awalnya hanya sebesar kelereng kecil, lalu membesar pelan-pelan. Ada yang butuh waktu tiga bulan lebih sebelum benjolan itu terlihat jelas oleh mata.

Bentuknya sendiri bermacam-macam. Kondisi yang agak keras relatif masih nyaman dipakai terbang, sedangkan yang lembek justru mengganggu. Kalau benjolan lembek itu berada di kaki, merpati akan kesulitan berjalan dan memanjat pagupon. Kalau menempel di sayap, ayunan sayap saat terbang jadi terhambat dan burung cepat lelah.

Bedakan dengan Patek Sebelum Menentukan Penanganan

Di lapangan, uci-uci paling sering tertukar dengan patek karena keduanya sama-sama berupa benjolan. Bedanya terlihat setelah benjolan membesar. Patek cenderung meletus sendiri dan keluar isi berupa gumpalan putih mirip lemak bersama darah kotor. Uci-uci tidak meletus, justru makin padat ketika diraba, dan kulit di atasnya tetap utuh.

Karena itu jangan terburu-buru memencet benjolan yang baru muncul. Amati dulu perkembangannya selama beberapa hari. Kalau isi benjolan terlihat putih dan mulai melepuh, kemungkinan besar patek. Kalau makin keras dan tidak ada tanda akan pecah, itu uci-uci.

Kapan Benjolan Perlu Disayat

Penanganan umumnya menunggu benjolan benar-benar matang atau mencapai ukuran maksimal. Setelah itu barulah benjolan disayat atau dioperasi kecil oleh perawat yang berpengalaman, lalu diberi obat untuk mencegah infeksi. Keputusannya tergantung rencana atas burung itu sendiri. Kalau merpati masih dibutuhkan untuk diterbangkan, sayat dan obati sampai tuntas. Kalau tidak lagi dilombakan, penanganan ringan saja sudah cukup dan burung bisa dipakai sebagai pengasuh piyik.

Pencegahan dari Kandang

Sebagian besar kasus uci-uci justru bisa dicegah dengan urusan basic: kebersihan kandang. Kandang macan yang menampung banyak piyik biasanya penuh tinja menumpuk. Kalau tidak dibersihkan cepat, tempat itu berubah jadi sumber penyakit. Selain itu ada dugaan benjolan muncul setelah gigitan nyamuk berukuran agak besar yang masuk ke kandang dan menyengat burung, lalu beberapa hari kemudian muncul benjolan.

Faktor keturunan juga disebut ikut berperan. Kalau benjolan muncul berulang pada garis keturunan tertentu, biasanya sulit dihilangkan sepenuhnya. Untuk itu, pemilihan indukan tetap perlu memperhatikan riwayat kesehatan keluarganya.

Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan setiap pagi: jemur burung dan biarkan kandang mendapat cukup sinar matahari. Burung dengan bulu sehat dan rutin dijemur biasanya lebih kebal terhadap gangguan kulit semacam ini. Untuk urusan menjaga kualitas bulu dan fisik pembalap, bisa dicek juga cara perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati dan cara membaca kondisi bulu yang mengkilap dan rapat, sekaligus memahami tuntutan fisik pada lomba merpati balap sprint.

Sumber: omkicau.com