Kalender lelang merpati pos balap Eropa memasuki babak paling padat di penghujung tahun. Setelah rangkaian lelang PIPA, giliran Golden Ten 2026 yang digelar majalah merpati Belanda, De Duif. Ajang ini mempertemukan 160 merpati muda dari 20 koloni juara Belgia dan Belanda, dan tahun ini berlangsung Sabtu 7 November serta Minggu 8 November 2026 di Hotel Nobis, Asten, Belanda.
Berbeda dari kebanyakan lelang merpati yang kini berpindah ke platform daring, Golden Ten tetap memakai format saleroom auction. Artinya, burung dilelang langsung di ruang lelang dan penawaran online tidak dibuka. Pada Sabtu, pemeriksaan burung dimulai pukul 11.00 waktu setempat dan lelang bergulir pukul 13.00. Sehari setelahnya, pemeriksaan dibuka pukul 11.30 dengan jam lelang yang sama. Bagi penghobi di luar Eropa, format ini membuat kehadiran fisik atau perwakilan menjadi syarat mutlak jika ingin ikut menawar.
Siapa saja yang melepas burung
Daftar pesertanya nyaris seperti daftar kehormatan merpati pos balap Benelux. Ada Comb. Lin, Hok Jos Vercammen, Gerard & Bas Verkerk, Nico Fourneau, Fam. Eijerkamp, Kaier Europe, De Smeyter-De Bock, Bosmans-Leekens, Team Van de Pasch, Eddy Janssens, Jo & Florian Hendriks, Rik Hermans, Freddy & Jacques Vandenheede, Dolf & Ruud Bakker, Luc & Hilde Sioen, Bart & Nance Van Oeckel, Foppe van der Meer, Deridder-Van den Brande, Sabrina Brugmans, dan Jan Hooymans.
Yang dilepas bukan burung jadi, melainkan merpati muda (young birds) hasil persilangan induk-induk berprestasi. Lot 001 misalnya, burung betina dari Comb. Lin yang merupakan anak “China 001”, merpati empat kali juara nasional asduif. Ada juga Lot 003, anak merpati olimpiade “Oly. Haaland” yang dipasangkan dengan “Miss May”, dan Lot 084, saudara penuh “Oly. Jan” yang menjadi merpati olimpiade muda Belanda di Dortmund 2026 sekaligus pemenang NPO Sens.
Sorotan Eijerkamp: Geeloger’s Dream
Koloni Hans & Evert-Jan Eijerkamp mencuri perhatian lewat satu pasangan yang disebut sebagai Geeloger’s Dream. Burung muda bernomor NL26-8477521 itu merupakan hasil silang dua juara nasional: “Belgian Dream” dengan “Geeloger”.
“Belgian Dream” (B24-6178333) menang 1 Nasional Argenton 2026 pada kelas old birds dengan 15.386 peserta, sekaligus tercepat dari 37.697 burung. Sementara “Geeloger” (B22-2090273) adalah 1 Nasional Ace Allround Old and Yearlings KBDB 2023 dan peringkat 3 World Best Pigeon FCI 2023, dengan catatan menang di zona nasional Argenton serta menempati posisi kedua zona nasional Aurillac.
Nilai jual Geeloger bukan hanya pada prestasinya sendiri. Keturunannya sudah menorehkan hasil, antara lain “Geeloger’s Glory” yang menang 1 Nasional Argenton dengan 15.769 peserta dan tercepat dari 19.945 burung, serta “King Geeloger” yang menjadi 1 Nasional Ace Young Birds PIPA 2026. Musim 2026 juga menandai debut tim Eijerkamp di Belgia dengan dua kemenangan 1 Nasional Argenton.
Kenapa lelang bibit selalu ramai
Di dunia homing racing, lelang burung muda dari induk juara berfungsi sebagai jalur cepat untuk mendapatkan galur yang sudah terbukti. Prestasi induk pada lomba jarak menengah dan jauh, seperti Argenton, Bourges, atau Aurillac, dipakai pembeli sebagai dasar perhitungan potensi keturunan. Karena itu harga di lelang sekelas Golden Ten kerap melesat, meski burung yang dijual belum pernah turun lomba.
Fenomena ini sejalan dengan apa yang terjadi pada lelang-lelang besar sebelumnya. Seperti dilaporkan MerpatiID, dua pekan lelang PIPA mencatat transaksi hampir 1 juta euro dengan pembeli dari 33 negara, dan lebih dari sepertiganya datang dari Asia. Pola serupa terlihat pada PIPA Charity Auction 2026 yang melelang 17 merpati untuk lima lembaga amal.
Bagi penghobi di Indonesia, Golden Ten 2026 lebih realistis diposisikan sebagai ajang belajar membaca silsilah daripada ajang belanja. Mengamati pasangan mana yang dilepas, galur apa yang sedang naik, dan bagaimana koloni besar menyusun komposisi lot memberi gambaran tentang arah pemuliaan merpati pos balap tahun depan. Arsip lelang dan label terkait bisa ditelusuri di kanal lelang merpati, sementara profil koloni Eijerkamp dirangkum di label Eijerkamp.
Yang jelas, 160 merpati muda dari 20 koloni juara dalam satu ruang lelang selama dua hari adalah cermin betapa seriusnya industri bibit merpati pos balap di Eropa. Untuk kelas merpati pos di Tanah Air, perkembangan seperti ini layak diikuti sebagai pembanding, bukan sebagai patokan harga.
Sumber: De Duif (deduif.be) dan Eijerkamp (eijerkamp.com).
Komentar