Merpati yang kurus kering sering bikin pemilik bingung. Pakan sudah diberikan sesuai porsi, tetapi badan burung tetap tidak berisi. Dalam kondisi seperti ini, penangkar biasanya tidak langsung menambah jatah jagung, melainkan memberikan racikan khusus di luar menu harian agar bobot burung naik lebih cepat.

Menu standar merpati sebenarnya sudah mengandung voer, jagung, beras merah, kacang-kacangan, dan aneka biji-bijian. Semua itu cukup untuk burung dalam kondisi normal. Yang namanya racikan penggemuk sifatnya tambahan sementara, bukan pengganti pakan pokok. Artikel ini membahas dua racikan yang paling sering dipakai di lapangan, siapa yang boleh menerimanya, dan siapa yang justru harus dijauhkan dari menu ini.

Kapan Merpati Sebaiknya Digemukkan

Tidak semua burung perlu badan berisi. Merpati yang dipelihara untuk lomba justru dirugikan kalau bobotnya naik tanpa diimbangi kualitas otot. Karena itu, penggemukan hanya masuk akal untuk beberapa kondisi berikut:

  • Burung yang badannya terlalu kurus meskipun sudah makan normal.
  • Burung dalam masa penyembuhan setelah sakit, ketika nafsu makan dan berat badan menurun drastis.
  • Piyik atau burung muda yang baru belajar makan sendiri.
  • Burung yang sudah bosan dengan menu jagung sehingga asupan hariannya berkurang.

Di luar empat kondisi itu, sebaiknya burung tetap diberi pakan standar. Menambah bobot pada burung yang sedang diprogram untuk terbang hanya akan memperlambat gerak dan menurunkan performa.

Racikan Nasi Putih dan Dedak

Racikan pertama yang populer di kalangan penangkar adalah campuran nasi putih dengan dedak. Dedak sendiri dikenal sebagai pakan ayam yang biasanya diseduh air. Khusus untuk merpati, campuran ini dibuat sama sekali tanpa air. Tujuannya supaya butiran dedak menempel rata pada nasi, bukan menggumpal basah.

Bahan yang dibutuhkan hanya dua: nasi putih secukupnya dan dedak secukupnya. Cara membuatnya:

  • Siapkan nasi putih yang masih segar, belum berbau asam, lalu taruh di nampan atau wadah lebar.
  • Taburkan dedak di atasnya dengan perbandingan sekitar satu banding satu.
  • Remas-remas nasi sampai butirannya terpisah dan tidak lagi saling melekat.
  • Pastikan seluruh campuran benar-benar kering, karena merpati enggan menyantap pakan yang lembap.
  • Berikan langsung setelah racikan selesai dibuat, jangan disimpan sampai berjam-jam.

Agar burung mau menyantapnya dengan lahap, tahan dulu pemberian jagung pada pagi hari. Burung yang belum melihat pakan favoritnya akan lebih cepat menerima menu baru ini. Setelah beberapa hari, bobot burung biasanya mulai terlihat naik dan bulu badan terasa lebih padat.

Yang perlu diperhatikan adalah kualitas dedaknya. Dedak mudah tengik dan berjamur, terutama bila disimpan di tempat lembap. Dedak yang berbau apek sebaiknya dibuang, karena bisa memicu gangguan pencernaan. Untuk variasi racikan lain yang lebih lengkap, ada beberapa resep tambahan di artikel 6 racikan pakan merpati untuk menambah nafsu makan.

Kacang Tanah sebagai Penambah Bobot

Selain nasi dan dedak, kacang tanah juga sering dipakai untuk menaikkan berat badan merpati. Pemberiannya cukup sepuluh butir pada pagi hari dan sepuluh butir pada sore hari, diberikan sebagai selingan di luar pakan pokok. Kacang tanah kaya lemak dan protein, sehingga kenaikan bobot biasanya terasa lebih cepat dibanding menu biasa.

Meski efektif, jangan berlebihan. Lemak yang terlalu tinggi bisa membebani kerja hati dan membuat burung lesu. Berikan sebagai tambahan selama beberapa hari, lalu kembali ke pakan standar begitu kondisi badan sudah membaik. Kalau burung mengalami gangguan pencernaan setelahnya, hentikan racikan dan tangani sesuai gejalanya, misalnya dengan panduan cara mengobati 10 jenis penyakit merpati.

Jenis Merpati yang Harus Dihindari

Racikan penggemuk tidak cocok untuk semua tipe merpati. Burung yang sedang diprogram terbang cepat akan kehilangan keunggulan utamanya kalau badannya menumpuk lemak. Kelompok yang sebaiknya tidak diberi menu ini antara lain:

  • Merpati yang disiapkan untuk lomba, karena badan berisi membuat gerakannya melambat.
  • Merpati yang sedang menjalani latihan rutin harian.
  • Merpati balap, yang mengandalkan kecepatan dan daya tahan.
  • Merpati tinggian, yang butuh tubuh ringan untuk berlama-lama di udara.

Bayangkan merpati balap dengan bobot berlebih. Tenaga untuk mengepakkan sayap bertambah, tetapi laju terbangnya turun. Karena itu, nasi dan dedak sebaiknya hanya diberikan kepada burung kurus, burung yang baru pulih dari sakit, atau burung dalam masa pertumbuhan.

Untuk burung yang butuh dorongan performa tanpa menambah lemak, arahnya justru berbeda: asupan gizi dipakai untuk memperkuat otot, bukan menaikkan berat. Pola seperti ini dibahas lebih jauh di artikel cara agar merpati giring keras dan ngotot, yang menekankan kesiapan fisik ketimbang bobot.

Kesimpulan

Racikan nasi putih dan dedak adalah cara lama yang masih dipakai penangkar untuk menaikkan bobot merpati kurus. Kuncinya ada pada campuran yang benar-benar kering, kualitas dedak yang masih baik, dan pemberian yang tidak berlangsung terus-menerus. Kacang tanah bisa menjadi selingan untuk mempercepat hasil, dengan porsi yang tetap terkendali.

Yang paling penting adalah menyesuaikan menu dengan tujuan pemeliharaan. Burung petelur dan burung lomba punya kebutuhan berbeda, dan artikel makanan merpati agar cepat gemuk membahas sisi lain dari persoalan ini: pola pakan penambah bobot yang dikombinasikan dengan pemberian makan yang konsisten. Setelah bobot burung kembali ideal, segera hentikan racikan dan kembalikan burung ke menu hariannya.