Merpati pos balap Eropa memang terkenal dengan peternak berpengalaman yang menjaga kandang besar. Namun di Sint-Katelijne-Waver, Belgia, seorang ayah dan anak membuktikan hal sebaliknya: tim kecil berisi burung-burung berkualitas tinggi justru bisa menghasilkan deretan prestasi konsisten sepanjang musim. Itulah strategi Jan & Tom Iwens yang dilaporkan media balap merpati pos PIPA pada 28 Oktober 2026.

Dalam laporan bertajuk "A strong strain delivers a series of top results with a small racing team" tersebut, Jan & Tom Iwens digambarkan mampu mempertahankan hasil positif dari April sampai September dengan kandang yang relatif mungil. Kuncinya ada pada seleksi yang sangat ketat — tidak ada pemeliharaan massal, yang terbaik saja yang dipertahankan. Musim panas mereka juga berjalan dengan pola khas: merpati jantan hanya dilombakan pada tahun kelahirannya, sementara untuk merpati dewasa dan setahun mereka memilih melombakan betina. Akibatnya, seleksi jantan di tahun pertama berjalan sangat keras: hanya yang terbaik yang naik ke kandang indukan.

Pasangan indukan yang melahirkan juara nasional

Fondasi garis keturunan Iwens dibangun dari pasangan indukan Vici dan Sunshine, lalu diperkuat generasi baru lewat Jules yang lahir pada 2020. Jules pernah menjuarai posisi ke-20 nasional Bourges dari 28.551 merpati saat masih muda, sebelum langsung dipindahkan ke kandang indukan. Pada 2021 lahir Perfect Lady, dan pasangan Jules x Perfect Lady kini disebut sebagai indukan fundamental mereka. Dalam tiga musim terakhir, keturunan pasangan ini mengumpulkan setidaknya 18 peringkat nasional, di antaranya juara 1 nasional Argenton 2.049 merpati dewasa (2025) dan juara 2 nasional Bourges 11.056 merpati setahun (2025).

Cucu pasangan itu, Romelu, bahkan sudah membuktikan diri sebagai indukan hebat di usia muda. Keturunan Romelu menembus juara 1 zona nasional Bourges sekaligus juara 2 nasional Bourges 11.056 merpati, serta berbagai peringkat juara lain di lintasan sprint. Kini Romelu dipasangkan dengan Lucky Diamond, dan dalam dua tahun anak-anak mereka sudah menghasilkan kemenangan di Noyon, Bourges, dan Quiévrain — lintasan-lintasan pendek yang menjadi arena sprint merpati pos satu hari di Eropa.

Iron Lady dan konsistensi lintasan nasional

Titik puncak prestasi mereka adalah Iron Lady, merpati betina yang menjuarai nasional Argenton 2025 setelah dua kali hanya finis kedua nasional pada 2024 dan 2025. Prestasi itu mengulang keberhasilan De 16 pada 2016 yang tercatat sebagai yang tercepat dari 27.284 merpati di Argenton. Musim 2026, Iwens juga mencatat hasil bagus di banyak lintasan: Noyon 2 dari 2.255 merpati muda, Melun 1 dari 517 merpati muda, Quiévrain 1-2-3-4 dari 33 merpati, sampai posisi 63 nasional La Châtre dari 4.633 merpati dewasa.

Catatan lain yang menarik: garis keturunan Iwens juga moncer di kandang lain. Loft Jos Vercammen meraih posisi ke-10 nasional juara KBDB jarak menengah besar 2026 dengan cucu Manon, sementara Team NDP-RVS menjadi juara 3 nasional KBDB tahun 2026 berkat dua bersaudara keturunan Tom, anak langsung dari Jan & Tom Iwens.

Kisah ini menegaskan prinsip yang sama sekali berbeda dari lomba merpati model lain: di homing race Eropa, kualitas seleksi indukan dan kedisiplinan pemilihan burung lebih menentukan daripada jumlah kandang. Pada 8 November 2026, Iwens bahkan membuka lelang anak pertama merpati juara nasional Iron Lady lewat PIPA — kesempatan langka mengoleksi darah segar dari garis yang sudah teruji. Para penggemar merpati pos bisa mengikuti jejak prestasi mereka lewat kanal label merpati pos di MerpatiID.

Terlepas dari ukuran tim, hasil yang dicatat sepanjang musim membuktikan bahwa konsistensi datang dari pemilihan burung yang berani, bukan dari keramaian kandang. Seperti juga dilihat dari kisah ikon merpati pos maraton Etienne Meirlaen maupun transaksi lelang PIPA yang menembus hampir 1 juta euro, pasar merpati pos balap Eropa hari ini sangat menghargai garis keturunan yang sudah teruji di lintasan nasional.