Dua akhir pekan terakhir menjadi bukti bahwa pasar merpati pos balap internasional (homing racing pigeon) masih berdenyut kencang. Platform lelang merpati asal Belgia, PIPA, mencatat nilai transaksi yang menembus hampir 1 juta euro hanya dari dua pekan lelang terakhir. Angka itu menunjukkan bahwa minat para penghobi merpati pos di seluruh dunia terhadap burung-burung berkualitas tidak surut, bahkan di tengah musim yang sudah mendekati akhir tahun.

Yang menarik, burung-burung yang terjual selama dua pekan itu menuju ke 33 negara berbeda. Lebih dari satu dari tiga merpati yang terjual justru dikirim ke Asia — sebuah porsi yang sangat besar mengingat pasar Eropa dan Amerika Serikat selama ini dianggap sebagai sentra utama olahraga merpati pos. Belgia, Amerika Serikat, dan Belanda tetap masuk dalam daftar negara dengan persentase pembelian tertinggi. Bahkan negara-negara kecil seperti Andorra dan Malta masing-masing membeli tiga ekor merpati dalam dua pekan terakhir, angka yang tergolong besar bila dibandingkan dengan ukuran populasi mereka.

Merpati Termahal Dua Pekan Ini

Burung dengan harga tertinggi pada dua pekan lelang tersebut adalah Viking BK II, yang berpindah tangan dengan harga 22.500 euro. Angka itu belum menyamai rekor-rekor fenomenal di dunia lelang merpati pos, namun tetap memosisikan merpati balap sebagai salah satu hobi bernilai ekonomi tinggi. Sebagai perbandingan dalam disiplin yang sama, merpati pos betina Nadine pernah terjual hingga 400.000 euro, sementara rekor dunia lelang masih dipegang New Kim yang terjual 1,6 juta euro. Anda bisa membaca kisah lengkapnya di artikel Inilah Merpati Balap Termahal, Harganya Rp 6,7 Miliar serta New Kim, Merpati Pos Rp 26 Miliar.

Penting untuk dipahami bahwa merpati yang dilelang di jalur internasional ini adalah merpati pos balap: burung yang dilatih terbang pulang ke lofter atau kotaknya sendiri dari jarak jauh, dilombakan dalam homing race berdasarkan kecepatan dan ketepatan navigasi. Disiplin ini berbeda dengan merpati tinggi yang dilombaikan ke ketinggian terbang, maupun merpati balap model keplekan yang memakai sistem geberan betina untuk sprint jarak dekat. Karena itu perbandingan prestasi dan harga selalu merujuk ke lomba serta klub merpati pos balap, bukan ke kompetisi lokal dengan format yang berbeda.

Selain lelang reguler, PIPA sendiri saat ini sedang menggelar Charity Auction yang menyumbangkan seluruh hasil penjualan untuk lima lembaga amal — bukti bahwa komunitas merpati pos tidak hanya soal nilai komersial, tetapi juga solidaritas. Simak ulasannya di PIPA Charity Auction 2026: Lelang 17 Merpati untuk Lima Lembaga Amal. Sebelum membeli merpati dari Eropa, calon pembeli juga perlu tahu bahwa kini ada kewajiban sertifikat kesehatan lewat sistem TRACES, seperti dijelaskan dalam artikel Beli Merpati dari Eropa Kini Wajib Lewat Sistem TRACES.

Deretan lelang baru sudah menanti pekan-pekan berikutnya, mulai dari kandang peternak kenamaan hingga spesial One Loft Race. Tertarik mengikuti perkembangannya, semua kabar merpati pos internasional kami rangkum di label Berita Internasional.