Merpati tinggian dinilai dari satu kemampuan: terbang setinggi mungkin sampai burung hanya terlihat seperti titik kecil di langit, istilahnya nitik, lalu turun cepat dan mendarat tepat di kotak lofter. Untuk mendapatkan burung seperti itu, banyak penghobi mengandalkan trah atau garis keturunan indukan. Padahal trah hanya satu bagian dari penilaian — ciri fisik ikut menentukan apakah burung benar-benar sanggup menahan terbang tinggi.

Sebuah video dari kanal YouTube Pecinta Merpati Chanel membahas persis soal itu. Dalam video berdurasi 12 menit berjudul "Ciri-Ciri Merpati Tinggian Full Nitik", sang pembawa acara membedah ciri fisik merpati yang mampu terbang tinggi berdasarkan pengalaman serta contoh burung miliknya sendiri di lapangan.

Tiga Titik Penilaian Utama

Poin pertama, dan yang paling menurutnya menentukan, adalah bulu — khususnya bulu lar atau bulu sayap primer yang jumlahnya sepuluh. Merpati dengan lar berdaun lebar dan ujung yang tumpul cenderung mampu terbang tinggi dan bertahan lebih lama di udara. Sebaliknya, tiga lar paling ujung yang tipis atau sempit menjadi pertanda burung akan kesulitan menahan terbang tinggi. Selain bentuk lar, burung berbulu halus juga disebut lebih nyaman untuk kerja tinggian.

Poin kedua adalah pegangan, yaitu apa yang dirasakan saat burung dipegang. Pegangan yang ringan dan ngapas, sedikit kempis dan tidak keras, diasosiasikan dengan burung yang sanggup naik tinggi. Pegangan yang keras, padat, dan menonjol justru dianggap kurang cocok untuk terbang tinggi. Ada catatan penting: rasa ringan itu juga dipengaruhi jam latihan dan perawatan, jadi bukan patokan mutlak tanpa melihat bagaimana burung dirawat.

Poin ketiga bersifat tambahan, yaitu mata. Merpati tinggian biasanya memiliki pupil yang mengecil tajam saat terkena cahaya. Ketajaman mata penting karena turun dari ketinggian membutuhkan penglihatan yang bagus — burung dengan penglihatan tajam lebih berani menukik turun dan mendarat di tujuannya.

Di bagian akhir video ditampilkan contoh burung bernama Sonic yang sudah terbukti bisa nitik: berbulu halus, lar lebar, dan berpegangan ngapas. Kombinasi itu menjadi ringkasan dari seluruh penilaian di atas, sekaligus bukti bahwa ciri fisik memang dipakai sebagai patokan pemilihan di lapangan.

Sebelum Membeli, Periksa Dulu

Ringkasnya, sebelum membeli atau memilih calon merpati tinggian, periksa bentuk lar, rasa pegangan, dan kondisi mata lebih dulu — tiga hal sederhana yang bisa dicek tanpa alat khusus. Untuk pembahasan lanjutan, baca juga Cara Memilih Merpati Tinggian dan 17 Ciri-Ciri Merpati Tinggian. Kalau ingin tahu soal katuranggan yang dipercaya mempengaruhi kualitas tinggian, All about Katuranggan Merpati Tinggian membahasnya lebih dalam, sementara Melatih Merpati Piyik untuk Tinggian cocok untuk yang sudah punya bakalan muda.