Di dunia merpati pos balap (homing racing pigeon), ada satu format lomba yang terus tumbuh karena dianggap paling adil: semua burung peserta tinggal, dilatih, dan balap dari satu kandang yang sama. Namanya One Loft Race. Tidak ada lagi latihan kandang yang berbeda-beda, tidak ada lagi settingan masing-masing pemilik — yang dibawa ke garis start cuma kualitas burungnya. Sebuah video dari kanal Ari Pekir Loft - Merpati Pos membahas sistem ini sebagai "revolusi" yang mengubah cara orang berlomba merpati pos.

Menariknya, format ini menjawab salah satu keluhan lama di lomba merpati pos: tidak semua orang punya kandang, waktu, dan peralatan latihan yang setara. Lewat One Loft Race, pemilik cukup membeli burung dan membayar biaya masuk, sisanya diurus loft manager. Simak penjelasan selengkapnya di video berikut.

Apa Itu One Loft Race?

Menurut Royal Pigeon Racing Association (RPRA), satu loft race adalah lomba di mana seluruh burung peserta disatukan dalam satu kandang. Burung dibesarkan di loft itu sejak usia enam minggu, dilatih bersama, lalu diangkut ke titik lepas yang sama dan dilepas pada waktu bersamaan — setelah itu mereka balap kembali ke satu loft "rumah" itu. Satu musim biasanya terdiri dari empat lomba, masing-masing jaraknya lebih panjang dari sebelumnya. Setelah musim berakhir, pemilik boleh membayar biaya lagi agar burungnya ikut musim berikutnya, atau membawanya pulang. Praktik serupa sudah berjalan juga di Indonesia, misalnya One Loft Race Kandang Nasional Rajamandala.

Bandingkan dengan lomba merpati pos konvensional: burung dilepas dari satu titik, tapi harus kembali ke kandang pemiliknya masing-masing. Jarak tiap kandang dihitung presisi, burung memakai cincin bernomor atau cincin elektronik yang mencatat waktu tiba, lalu panitia menghitung rata-rata kecepatan — pemenangnya yang tercepat. Cara baca hasil seperti ini dibahas di Cara Hitung Kecepatan Burung Merpati Pos dan Kecepatan Terbang Merpati Pos. Di format One Loft Race, variabel kandang dan program latihan jadi sama rata, sehingga yang tersisa hanya kemampuan burung itu sendiri.

Tantangan di Balik Keseragaman

Seragam bukan berarti mudah. Burung datang dari banyak kandang berbeda dengan kondisi dan riwayat kesehatan yang beragam, lalu hidup berdampingan hampir setahun penuh di satu tempat. Loft manager harus menyiapkan karantina saat kedatangan, memastikan burung makan dan minum, menjaga daya tahan saat mabung, dan bekerja sama dengan dokter hewan. Manajemen kesehatan yang rapi justru jadi penentu utama keberhasilan lomba semacam ini.

Bagi penggemar, format ini menawarkan jalan masuk yang lebih ringan: tanpa kandang sendiri pun tetap bisa ikut berlomba. Yang perlu diperhatikan adalah reputasi penyelenggara dan ketelitian memilih burung, karena kualitas garis keturunan jadi andalan utama. Ingin melihat lebih banyak aksi lomba merpati pos? Telusuri kumpulannya di label Lomba Merpati Pos atau kategori Merpati Pos di MerpatiID.