Nama Wendela Wiersema bukan lagi nama baru di dunia merpati pos balap Belanda. Sepanjang musim 2026, peternak muda asal Appingedam, Provinsi Groningen, itu kembali menorehkan hasil besar. Puncaknya adalah gelar 1st Emperor General di kompetisi Generaal van Samenspel Dollard en Omstreken, sebuah titel bergengsi yang menuntut konsistensi sepanjang musim, bukan sekadar satu kemenangan keberuntungan.
Yang membuat capaian ini menarik: Wendela tidak membangun koloninya dengan membeli banyak juara baru setiap tahun. Ia bertahan pada satu garis darah utama yang ia temukan hampir satu dekade lalu, lalu memperkuatnya dengan silang terukur dari beberapa peternak papan atas Eropa. Hasilnya adalah loft yang tetap kompetitif dari generasi ke generasi.
Lompatan besar 2017 dan lahirnya Runner Up Ace
Titik balik karier Wendela terjadi pada 2017. Saat itu ia mencatat prestasi sebagai NPO National Champion untuk kelas merpati muda di kategori senior. Pada musim yang sama, ia juga menempatkan burung-burungnya di peringkat 2, 3, dan 4 dalam National Ace Pigeon Competition untuk merpati muda.
Burung yang paling berdampak adalah NL17-4708958 Runner Up Ace, yang finis sebagai 2nd National Ace Young Pigeon. Runner Up Ace kemudian terjual dalam lelang pada 2019. Namun Wendela sudah lebih dulu mengunci nilai genetiknya: beberapa anaknya telah masuk ke breeding loft, sementara kedua induknya tetap tinggal di kandang untuk terus berproduksi. Keputusan itu terbukti menjadi fondasi seluruh koloni yang ia miliki sekarang.
Pilar genetik: Father Runner Up Ace
Jantung dari semua prestasi tersebut adalah NL16-4789225 Father Runner Up Ace, pejantan yang menjadi ayah dari Runner Up Ace. Bersama NL16-4789311 Mother Runner Up Ace, ia dipertahankan di loft meski anak terbaiknya sudah dilelang. Mother Runner Up Ace meninggal pada 2026, sementara Father Runner Up Ace meski sudah berumur masih terlihat bugar dan tetap menghasilkan anak.
Di sinilah pelajaran breeding-nya: nilai seekor pejantan juara tidak berhenti saat burung itu dijual. Yang menentukan adalah apakah peternak menyisakan jalur darahnya di kandang. Wendela melakukannya lebih awal, dan efeknya terasa hampir sepuluh tahun kemudian.
Son Runner Up Ace 460 dan generasi penerus
Dari Runner Up Ace, Wendela menurunkan NL18-1368460 Son Runner-Up Ace 460. Pejantan ini memberi dorongan besar bagi breeding loft. Keturunan langsungnya mengumpulkan banyak kemenangan, termasuk kemenangan di Extra Final 600 km Pattaya International Pigeon Race (PIPR) di Thailand melawan 3.757 merpati, serta juara pertama di Charleville (2.161 ekor), Chalons-en-Champagne (1.566 ekor), Venlo (1.481 ekor), dan Courtisols (1.204 ekor).
Salah satu keturunannya juga menempati peringkat 2 PIPA Ranking untuk Best Young Pigeon Middle Distance Belanda 2024 dengan tiga hadiah, dan finis ke-14 pada final PIPR OLR musim 2024/2025. Dari jalur yang sama lahir NL24-4720139 New Runner Up Ace, hasil silang Son Runner Up Ace 460 dengan NL15-1135879 Blue Wonder. Burung ini menjadi 2nd Best Young Pigeon Middle Distance Belanda 2024 versi PIPA Ranking, dengan kemenangan di Charleville dan Courtisols, dan keturunannya sudah menang di Weert (2.637 ekor) serta Eefde (1.446 ekor).
Silang dengan darah Tom Van Gaver
Wendela tidak menutup koloninya. Ia memasukkan beberapa merpati dari peternak Belgia Tom Van Gaver, dan salah satu hasil silangnya adalah NL23-4708082 Runner Up Ricky 082. Burung ini merupakan anak Son Runner Up Ace 460 yang dipasangkan dengan BE21-4202083 Daughter Ricky, putri dari Ricky (9th National Ace Pigeon KBDB 2014) dan Sister Finn 418 yang terbukti sebagai induk unggul.
Runner Up Ricky 082 menang di Sens melawan 606 merpati dan menempati peringkat 6 Regional Ace Pigeon All-round 2024. Pola yang sama diulang pada NL25-7020855 Runner Up Finn 855, cucu Runner Up Ace x Blue Wonder dari jalur Daughter Finn. Sebagai merpati muda, burung ini menyandang titel 1st Ace Young Bird Northern Long-Distance Club, dengan kemenangan di Courtisols (492 ekor) dan peringkat 3 di Weert (2.637 ekor) di belakang dua kawan sekandang.
Barbarian Jr dan warisan Het Fondkampioentje
Jalur lain yang tak kalah penting adalah NL18-1368480 Barbarian Jr. Kontribusi genetik Wendela sendiri masuk lewat neneknya, NL13-4720046 Het Fondkampioentje, yang juga menjadi induk dari Father Runner Up Ace. Anaknya, Barbarian 947, pernah finis ke-2 di De Meern melawan 14.434 merpati sebelum menurunkan Barbarian Jr.
Keturunan Barbarian Jr. mencatat deretan hasil: juara pertama di Marche (4.176 ekor), Gennep (2.586 ekor), dan Eefde (1.446 ekor); peringkat 2 di Kalkar (6.080 ekor), Hirson (2.258 ekor), dan Chalons (1.204 ekor); serta peringkat 10 National Ace Pigeon Young Birds Ladies League. Tambahan lain di loft adalah NL21-4770191 Sylvester, 8th National Ace Pigeon Middle Distance NPO 2022, dan NL23-4708039 Best Kittel Stippie yang menang di Kalkar melawan 6.080 merpati.
Beda disiplin: homing race Eropa dan balap sprint Indonesia
Perlu dicatat, kompetisi yang dijalani Wendela adalah homing racing pigeon atau merpati pos balap: burung dilepas dari jarak jauh dan dinilai dari kecepatan pulang ke loft sendiri. Ini disiplin yang berbeda dari lomba merpati balap sprint model Indonesia seperti yang digelar PPMBSI, berbeda pula dari lomba merpati tinggi maupun balap keplekan betina. Jarak, metode pelepasan, dan sistem penilaiannya tidak bisa dibandingkan langsung.
Karena itu, membaca prestasi seperti Emperor General lebih tepat sebagai gambaran kualitas pembibitan jangka panjang: kemampuan menghasilkan burung yang konsisten di berbagai jarak dan kondisi, bukan hanya juara di satu lapangan.
Seluruh stok dilelang
Pada November 2026, Wendela Wiersema melelang seluruh merpati breeding dan racing miliknya melalui PIPA. Bagi penggemar yang ingin menambahkan darah Runner Up Ace ke kandang sendiri, ini kesempatan langka, sebab garis darah itu terbukti bertahan hampir satu dekade di level nasional Belanda.
Bagi peternak di Indonesia, kisah Wendela memberi satu pelajaran yang sederhana tapi sering dilupakan: koloni kuat lahir dari kesabaran mempertahankan induk dan pejantan kunci, bukan dari perburuan juara baru setiap musim. Baca juga kisah Ahmad Majid dari Assen dan rekor Jelle Jellema di Barcelona, atau telusuri label merpati pos untuk artikel internasional lainnya.
Sumber: PIPA (pipa.be), Loft Report 8 November 2026.
Komentar