Burung merpati, atau yang juga disebut burung dara, merupakan salah satu jenis burung dari keluarga Columbidae dan ordo Columbiformes. Sampai sekarang merpati tetap digemari banyak masyarakat Indonesia, baik untuk koleksi, peliharaan, maupun kompetisi.
Bagi pemula yang ingin mencoba memelihara merpati, perlu mengenal perbedaan burung dara dan merpati terlebih dahulu. Merpati punya kemampuan kembali ke kandang meski dilepas dari jarak jauh, termasuk burung yang penurut dan mudah dirawat, serta mudah ditemukan termasuk di pasar tradisional. Di alam, tak jarang kita menemukan merpati liar yang berkeliaran, dan banyak orang belajar cara menangkapnya.
Fakta Singkat Tentang Merpati
- Merpati hidup berdampingan dengan manusia sejak sekitar 300 tahun sebelum masehi, sebagaimana diungkap para arkeolog Irak.
- Kotoran merpati bisa dijadikan pupuk; di sejumlah negara pupuk kandang dari merpati masih menjadi pilihan utama untuk pertanian.
- Di masa lalu merpati berperan sebagai pengantar pesan penting, bahkan saat perang dunia untuk mengirim pesan rahasia.
- Merpati sering menganggukkan kepala untuk memperjelas penglihatan karena penglihatannya cenderung monokular.
- Merpati kawin sedikitnya delapan kali setahun dan butuh sekitar dua bulan menghasilkan anakan yang siap lepas.
- Merpati menjadi ladang bisnis melalui kompetisi balap di sejumlah kota di Indonesia.
- Merpati termasuk burung cerdas yang tahu rumahnya dan mampu mengetahui arah, terutama untuk merpati pos.
Perlu dipahami, "merpati liar" di Indonesia pada dasarnya bukan jenis tersendiri, melainkan merpati yang lupa jalan pulang ke rumah atau sangkarnya. Karena itu cara menangkapnya tidak sesulit burung liar sejati; kita cukup memikatnya agar turun dan mendekat. Merpati liar biasanya ditangkap karena dianggap lebih bagus untuk dijadikan merpati balap, mengingat permintaan pembiakan merpati balap cukup tinggi.
Teknik Menangkap Merpati Liar
Seperti disinggung di atas, menangkap merpati liar sebenarnya tidak sulit bila tahu caranya. Berikut beberapa teknik yang bisa dicoba.
Menggunakan Alat Perangkap
Bisa memakai perangkap khusus yang masih dianggap efektif, perangkap tradisional dari bambu atau batu, maupun perangkap kandang seperti sangkar burung hias, sangkar pekicau, atau kandang ayam.
Memikat dengan Makanan
Gunakan makanan kesukaan merpati, misalnya jagung kering. Dengan pancingan makanan, merpati akan lebih mudah mendekat. Setelah dekat, burung bisa ditangkap dengan perangkap atau makanan dimasukkan ke dalam kandang.
Memikat dengan Lawan Jenis
Untuk merpati jantan, pancingan betina biasanya cukup ampuh. Ketika merpati liar terbang dekat rumah, pegang merpati betina dan biarkan ia mengepakkan sayap agar memberi kode. Merpati jantan yang tertarik akan mendekat.
Memikat dengan Suara dan Panggilan
Siulan atau panggilan khas terbukti membuat sebagian merpati liar mendekat. Tiap daerah punya cara masing-masing, baik menirukan bunyi merpati maupun memanggil nama burung.
Menggunakan Jaring dan Lem
Jaring tipis yang dipasang di antara dua pohon bisa menjebak merpati yang lewat, atau lem perekat tidak terlalu kuat bisa dipasang di tempat yang biasa dihinggapi burung. Dua cara ini cenderung memaksa dan kurang disarankan karena bisa membahayakan burung.
Menarik Perhatian dan Menyediakan Air
Bisa menarik perhatian dengan tepukan tangan atau suara burung palsu dari ponsel. Menyediakan tempat air minum juga ampuh membuat merpati mendekat. Pastikan tidak ada kucing di dekatnya karena burung takut pada kucing.
Manfaatkan Pepohonan
Pepohonan sering dijadikan tempat merpati bertengger. Manfaatkan kesempatan ini untuk memasang perangkap atau sarang burung buatan di antara pepohonan. Hindari adanya ranjau duri di sekitar karena membuat merpati enggan mendekat.
Cara menangkap merpati liar sebaiknya tetap mengutamakan kesejahteraan burung. Setelah berhasil menangkap, penting juga memahami cara merawat dan melatih burung merpati dari piyik agar burung cepat beradaptasi dan betah di rumah barunya.
Komentar