Musim hujan tidak hanya berpengaruh pada burung kicauan — merpati pun rentan terkena dampaknya, terutama masuk angin dan kembung. Udara dingin, kandang lembap, dan angin kencang membuat daya tahan tubuh menurun sehingga penyakit mudah menyerang.
Gejala Merpati Masuk Angin atau Kembung
Kenali tanda-tandanya sejak dini:
- Burung terlihat lesu dengan bulu di sekitar hidung dan kepala selalu berdiri.
- Memuntahkan pakan yang disertai lendir.
- Terlihat mengantuk.
- Berat badan menurun dari hari ke hari.
- Kotoran berwarna hijau disertai cairan.
Jika gejala-gejala di atas muncul, kemungkinan besar merpati mengalami masuk angin atau penyakit kembung. Segera lakukan penanganan berikut.
Cara Mengobati Merpati Masuk Angin / Kembung
- Karantina dulu — pisahkan burung yang sakit dari yang sehat agar tidak menular.
- Tekan tembolok perlahan — jangan diremas, cukup ditekan lembut agar angin di dalam tembolok keluar. Setelah itu burung biasanya bersendawa atau seperti mau muntah, dan itu normal.
- Olesi kaki dengan minyak tawon, balsem, atau minyak angin untuk membantu terapi.
- Berikan obat — misalnya Trimezyn B atau Sulfavit. Hari pertama 2 tablet (pagi dan sore) dilolohkan langsung ke mulut, hari kedua dikurangi menjadi 1 tablet. Beri air minum dan beras merah secukupnya.
- Alternatif lain — obat khusus burung seperti BirdTwitter bisa dipakai, dengan dosis dua kali lipat dari burung kicauan.
- Saat mulai membaik — jemur burung di bawah sinar matahari sekitar 15 menit. Selama masa pemulihan, jangan memandikan burung dulu.
- Jaga imunitas — penuhi kebutuhan vitamin, terutama di musim hujan, agar burung tidak mudah sakit lagi.
Perawatan Kandang di Musim Hujan
Berbeda dengan sangkar burung kicau yang mudah dipindah, pagupon merpati umumnya berada di luar ruangan dan sulit dipindahkan. Merpati pun harus bertahan di kandang yang dingin, basah, dan berangin. Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Pasang lampu penghangat tepat di atas kandang — bisa neon/TL atau bohlam dengan watt yang disesuaikan.
- Lindungi kandang dari tempias dan angin — buat kerodong atau tirai dari plastik atau kain parasut.
- Batasi air minum — jangan terlalu banyak, karena minum berlebihan membuat merpati rentan masuk angin dan kembung.
Kesimpulan
Kunci menghadapi musim hujan adalah deteksi dini dan perawatan yang konsisten. Kenali gejala masuk angin dan kembung, tangani dengan benar, dan jaga kandang tetap hangat serta kering. Dengan begitu, merpati kesayangan bisa melewati musim hujan tanpa masalah.
Komentar