Bulu pada sayap merpati memang berganti sepanjang hidup burung, dan proses itu dikenal dengan istilah lar. Normalnya pergantian berjalan rapi: satu helai copot, satu helai baru tumbuh, sehingga rongga yang tertinggal kecil dan sayap tetap efisien menopang terbang. Masalah muncul ketika urutan ini kacau — bulu bisa copot dua sampai tiga helai sekaligus, lubang di sayap ikut lebar, dan sayap kehilangan bentuk idealnya.
Kondisi ini sering dianggap sepele karena burung tetap bisa terbang. Namun untuk merpati yang sedang aktif dilombakan, sayap yang tidak beraturan berarti daya angkat dan keseimbangan turun, performa jelas terganggu. Burung indukan atau babuan mungkin masih dimaklumi, tetapi untuk merpati player dampaknya besar — bahkan bisa berujung istirahat panjang atau pensiun dini sebelum waktunya. Lalu apa saja yang membuat lar tumbuh tidak beraturan, dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Lar Merpati Tumbuh Tidak Beraturan
1. Pernah sakit, terutama saat masih piyik
Burung yang pernah mengalami sakit berat pada masa pertumbuhan rentan mengalami gangguan hormon. Gangguan itu mengganggu proses tumbuh kembang bulu, dan efeknya baru terlihat ketika burung dewasa: helai lar tumbuh tidak sesuai urutan atau berhenti di tengah jalan.
2. Efek sunat lar
Sunat lar — mencabut bulu penjawat secara manual saat burung mabung — memang dipakai banyak pemain untuk menghindari gangguan bulu penjawat saat dilombakan. Namun burung yang pernah disunat lar-nya tidak jarang tumbuh bulunya jadi tidak normal, karena urutan pertumbuhan alami di sayap ikut terganggu.
3. Cacingan menahun
Cacingan yang berlangsung cukup lama membuat burung kekurangan nutrisi, terutama kalsium yang dibutuhkan untuk membentuk bulu. Akibatnya pertumbuhan lar terhambat dan tidak beraturan. Karena itu pengendalian cacing bukan soal kesehatan pencernaan saja, tapi ikut menjaga kualitas bulu.
4. Suplemen dan jamu yang berlebihan
Suplemen yang dipakai sembarangan atau jamu dengan sifat terlalu panas bisa membuat bulu cepat ambrol. Burung mengalami mabung dini, helai copot tidak pada waktunya, dan lar berantakan. Niat menambah tenaga justru berujung pada sayap yang rusak.
5. Malnutrisi
Kekurangan gizi menjadi salah satu penyebab utama bulu tumbuh tidak normal. Pemicunya bisa dari pakan yang mutunya buruk, pemakaian suplemen yang tidak tepat, atau sisa penyembuhan dari sakit. Efek jangka panjangnya beragam: bulu kusam, mabung dini, sampai lar yang berantakan.
Solusi Memperbaiki Lar yang Tidak Beraturan
1. Rapikan kembali asupan nutrisi
Langkah pertama adalah memberi burung cukup "bahan baku" untuk memulihkan bulu. Perbaikan nutrisi mencakup pemberian pakan bergizi, minum yang bersih, penjemuran rutin 30 menit sampai 1 jam di panas pagi, serta latihan dengan porsi wajar. Suplemen vitamin E boleh diberikan sesuai aturan, dan sediakan grit di kandang agar mineral tetap terpenuhi. Panduan lengkapnya bisa dibaca di jenis pakan dan minuman agar merpati sehat serta pilihan makanan terbaik untuk merpati.
Dengan nutrisi yang terpenuhi, bulu lar biasanya kembali tumbuh beraturan seiring waktu — asal tidak ada hambatan lain yang masih berlangsung.
2. Sunat ulang lar pada momen yang tepat
Jika ketidakberaturan ini dipicu oleh sunat lar sebelumnya, salah satu opsi yang biasa dilakukan adalah menyunat ulang. Caranya: cabut kembali bulu penjawat saat burung berada di posisi lar 1, sementara lar 2 sudah tumbuh maksimal. Tujuannya mengembalikan urutan tumbuh bulu pada sayap ke jalur normal.
Perlu diingat, cara ini tidak selalu berhasil pada setiap burung — hasilnya tergantung kondisi masing-masing burung.
3. Bersabar menunggu siklus alami
Memperbaiki lar yang berantakan tidak bisa diburu waktu. Pertumbuhan bulu tidak bisa dipaksa cepat; helai baru harus tumbuh mengikuti siklusnya sendiri. Yang bisa dilakukan hanyalah mendukungnya lewat perawatan yang benar, lalu menunggu pergantian berjalan alami. Untuk gambaran visual prosesnya, tonton video berikut:
Cara Mencegah Lar Bermasalah Sejak Awal
- Pantau kotoran burung secara rutin — deteksi cacing sejak dini jauh lebih mudah daripada mengobati menahun.
- Gunakan suplemen dan jamu sesuai dosis, jangan karena ingin cepat hasil lalu burung kelebihan.
- Pastikan pakan bergizi seimbang, termasuk sumber kalsium seperti grit.
- Jangan buru-buru melombakan burung yang baru pulih sakit; tunggu bulu lar-nya rampung dulu.
- Periksa kondisi sayap saat mabung, dan catat jika lebih dari dua helai copot bersamaan.
Kapan Harus Mulai Khawatir
Satu atau dua helai yang copot bersamaan masih dalam batas wajar. Namun jika pola ini terus berulang di setiap siklus, disertai bulu kusam atau burung terlihat lesu, kemungkinan besar ada masalah kesehatan atau nutrisi yang belum tertangani. Konsultasikan ke perawat burung atau mulai dari perbaikan pakan dan pemeriksaan kesehatan dasar.
Kunci menangani lar yang tidak beraturan sebenarnya sederhana: telusuri penyebabnya dulu, baru pilih solusinya. Burung dengan sayap rapi bukan cuma enak dilihat — sayap yang tertata adalah modal utama merpati terbang maksimal.
Sumber: duniahobi.org
Komentar