Merpati betina yang sedang mendekati masa bertelur hampir selalu menunjukkan perubahan perilaku dan bentuk tubuh. Bagi peternak, mengenali tanda-tanda ini sejak dini sangat menentukan: persiapan pagupon, alas sarang, pakan tambahan, dan pengawasan bisa dilakukan sebelum telur pertama turun. Artikel ini merangkum 17 ciri merpati mau bertelur yang bisa diamati langsung di kandang, dikelompokkan agar mudah dipantau setiap hari.
Sebagian ciri muncul jauh lebih dulu, sebelum telur benar-benar siap keluar, dan sebagian lagi baru terlihat beberapa jam sebelum indukan bertelur. Mengamati gabungan beberapa ciri sekaligus lebih akurat daripada mengandalkan satu tanda saja.
Tanda Fisik sebelum Bertelur
Perubahan fisik paling mudah diperhatikan pada betina yang sudah sering Anda amati, karena bentuk tubuhnya jelas berbeda dari kondisi biasa.
- Perut membesar. Telur yang terbentuk di saluran bertelur membuat bagian perut betina membuncit dan terasa lebih padat saat diraba. Pembesaran ini berlanjut sampai mendekati waktu bertelur.
- Nafsu makan menurun. Betina yang akan bertelur cenderung menyantap pakan lebih sedikit dari biasanya. Penurunan ini bukan tanda utama dan kadang tidak terjadi, tapi tetap layak dicatat sebagai pendukung.
- Berat badan dan kondisi tubuh berubah. Selain perut, warna dan kondisi fisik umum betina bisa sedikit berubah seiring perubahan hormon menjelang produksi telur.
- Terlihat lesu atau seperti sedang sakit. Khususnya pada betina yang mengalami kesulitan mengeluarkan telurnya, kondisinya bisa tampak lemas dan tidak bersemangat.
- Konstipasi atau sulit buang kotoran. Sama seperti poin sebelumnya, gejala ini menandakan betina sedang kesulitan bertelur dan perlu penanganan lebih lanjut.
- Tidak mau terbang atau bergerak. Betina yang kesulitan bertelur sering menolak beraktivitas dan memilih diam di kandang.
- Sering mendekam di kandang. Alih-alih aktif berlarian atau bertarung terbang, betina lebih banyak duduk di satu titik, terutama dekat area sarang.
Tanda Perilaku sebelum Bertelur
Perubahan psikis umumnya lebih mudah diamati daripada perubahan fisik, karena terlihat langsung dari aktivitas burung sehari-hari.
- Lebih gelisah. Betina bergerak mondar-mandir atau melakukan gerakan berulang di dalam kandang. Gerakannya tidak harus cepat, yang khas adalah pola berulang yang tidak biasa.
- Mengumpulkan jerami atau bahan sarang. Betina mulai merangkai tempat pengeraman sendiri, biasanya terjadi jika pagupon yang Anda sediakan belum ia anggap nyaman.
- Aktivitas berkurang. Frekuensi terbang, berlari, dan bergerak turun jelas. Betina tidak benar-benar diam total, hanya intensitasnya lebih rendah dari biasanya.
- Mencari tempat yang aman. Betina menyeleksi sudut kandang yang terlindung dari gangguan sebagai tempat menaruh telurnya.
- Mencari tempat yang hangat. Selain aman, indukan juga mencari area dengan kehangatan memadai agar telur nanti bisa menetas optimal.
- Menolak kawin. Betina tidak lagi berahi dan akan menolak pejantan, bahkan bisa agresif kepada pasangannya sendiri karena telur sudah hampir siap keluar.
- Pernah melewati masa giring. Setelah masa kejar-kejaran antara pejantan dan betina selesai, biasanya tidak lama kemudian telur turun. Kadang betina kawin sekali lagi sebelum akhirnya bertelur.
- Lebih agresif. Kehadiran telur di dalam tubuh membuat betina lebih waspada dan mudah menyerang, baik terhadap sesama burung maupun tangan manusia yang mendekat.
- Menyerang lingkungan sekitar. Jika tidak menemukan tempat bertelur yang cocok, betina bisa melampiaskan kegelisahannya dengan menyerang benda-benda di sekitarnya.
- Waspada berlebihan. Betina lebih peka terhadap suara dan gerakan di sekitar kandang sebagai bentuk proteksi terhadap calon anaknya.
Persiapan Kandang Menjelang Telur Turun
Ketika beberapa tanda di atas mulai terlihat, segera siapkan pagupon atau petarangan dengan alas yang empuk agar telur tidak goyang saat diinjak indukan. Sediakan bahan sarang kering seperti jerami atau ranting kering di area yang mudah dijangkau betina.
Perhatikan juga pakan tambahan berkalsium dan nutrisi penunjang agar indukan tetap prima selama masa pengeraman. Jika betina menunjukkan tanda kesulitan bertelur seperti lesu panjang, tidak mau makan, atau terlihat sangat lemah, segera isolasi ke tempat yang tenang dan hangat, lalu konsultasikan dengan dokter hewan bila kondisinya tidak membaik.
Untuk melengkapi pemahaman soal siklus ini, baca juga Siklus Giring Bertelur Merpati yang Benar dan Penyebab Merpati tidak Bertelur sebagai panduan menyeluruh.
FAQ Tanda Merpati Mau Bertelur
Kapan telur turun setelah betina mulai mengumpulkan jerami?
Telur biasanya turun beberapa hari setelah perilaku pengumpulan bahan sarang mulai konsisten, bergantung kondisi fisik masing-masing indukan.
Apa yang harus disiapkan peternak saat tanda-tanda muncul?
Pagupon bersih dengan alas empuk, bahan sarang kering, pakan bergizi, dan jadwal pengamatan harian untuk memastikan betina tidak tertekan indukan lain.
Bagaimana membedakan tanda sakit biasa dengan tanda akan bertelur?
Betina yang akan bertelur biasanya masih mau minum dan tetap makan sedikit, sementara burung yang benar-benar sakit cenderung tidak minum sama sekali dan bulunya mengembang terus-menerus.
Itulah 17 ciri merpati mau bertelur yang bisa Anda amati langsung di kandang. Dengan memantau gabungan tanda fisik dan perilaku, persiapan kandang dan pakan bisa dilakukan tepat waktu sehingga proses pengeraman berjalan lancar. Selamat beternak merpati!
Sumber: arenahewan.com
Komentar