Seekor merpati pos balap asal Belgia bernama Armando menorehkan angka yang mengejutkan dunia perburungan internasional saat dilelang pada Maret 2019. Burung jantan ini tercatat terjual 1.252.000 euro, setara lebih dari Rp 20 miliar, dalam sebuah pelelangan online.
Angka itu sekaligus menghapus rekor milik Nadine, merpati pos yang sebelumnya menyandang status termahal setelah laku 400.000 euro atau sekitar Rp 6,7 miliar. Dalam rentang satu sampai dua musim, harga jual tertinggi melonjak hampir empat kali lipat.
Armando, Andalan Jarak Jauh dari Belgia
Armando bukan burung sembarangan. Sebelum pelelangan digelar, ia sudah dikenal sebagai salah satu merpati pos jarak jauh terbaik di Belgia, sehingga sejumlah pengamat sudah memperkirakan burung ini akan memecahkan rekor sebelum biding dibuka. Yang tidak pernah ditebak siapa pun, angka satu juta euro pun akhirnya terlampaui.
Situs khusus merpati Pigeon Paradise menulis bahwa Armando memang dipastikan menjadi merpati termahal yang pernah terjual melalui lelang online, sebagaimana disadur Kompas.com pada 18 Maret 2019. Sementara identitas pembeli dirahasiakan penyelenggara lelang. Kantor berita Belgia, Belga, hanya memastikan pemenang lelang berasal dari China. Kabar yang beredar, burung ini nantinya akan diternakkan untuk menghasilkan keturunan unggul.
Di Balik Nama Joel Verschoot
Armando dibesarkan oleh peternak merpati yang sangat disegani di Belgia, yakni Joel Verschoot, pemilik peternakan di kota Ingelmunster, Belgia barat. Dalam satu pelelangan saja, Verschoot melepas 178 ekor merpati miliknya dan mengantongi total sekitar 2 juta euro atau Rp 32 miliar. Rekam jejak tersebut menunjukkan betapa serius kalangan penangkar homing race Eropa memperlakukan burung mereka sebagai aset bernilai tinggi, termasuk lelang indukan besar yang belakangan marak digelar melalui PIPA.
Nadine, Pemegang Rekor Sebelumnya
Merpati pos Nadine dimiliki oleh Willy Daniels, sesama warga Belgia. Burung itu dibeli kolektor bernama Xing Wei dengan harga 400.000 euro. Alasan Xing Wei menggelontorkan dana besar karena Nadine menjuarai kompetisi tahunan merpati pos Eropa tiga musim berturut-turut, termasuk dinobatkan sebagai 1e Nationale Asduif Grote Halve Fond Jaarlingen pada 2017. Kisah selengkapnya pernah kami ulas dalam artikel merpati termahal sebelum Armando.
Bagaimana Tren Harganya?
Pada 2017-2018, rekor merpati termahal masih berada di kisaran Rp 6 miliar. Setahun kemudian, angkanya sudah menembus Rp 20 miliar. Pelelangan semacam ini memang rutin digelar di Eropa, termasuk aksi peternak yang melepas burung terbaiknya untuk pertama kali. Setiap musim selalu saja muncul merpati pos unggulan baru dari Belgia, sehingga rekor ini bisa saja tergeser kapan pun.
Menurut sumber yang sama, harga merpati balap standar di Indonesia masih berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta per ekor — jauh di bawah angka lelang Eropa. Meski demikian, angka Armando menjadi pengingat betapa tinggi nilai burung dengan garis keturunan dan catatan prestasi yang teruji. Bagi pemula, semua itu tetap berangkat dari hal dasar: latihan yang tertata.
Sumber: burungnya.com
Komentar