Merpati ekor kipas, atau fantail, belakangan naik daun di kalangan penggemar merpati hias Indonesia. Bentuk ekornya yang mekar seperti kipas, dipadu leher ramping dan dada tegak, membuat burung ini enak dipandang baik saat dipelihara di rumah maupun saat dibawa ke kontes. Popularitasnya kini disebut-sebut sejajar merpati balap dan merpati tinggian, sementara minat orang untuk beternak masih tergolong sepi. Di situlah peluang penangkaran merpati kipas terbuka lebar.
Mengenal jenis merpati kipas
Sebelum terjun beternak, kenali dulu jenis-jenis yang beredar. Tiga varietas paling dikenal di dunia adalah english fantail, indian fantail, dan thailand fantail. Masing-masing punya karakter berbeda, tapi semuanya mudah dikenali dari ekor lebar berbentuk kipas. Selain itu muncul jenis hasil mutasi yang juga dilirik kolektor, misalnya silky fantail atau lace fantail, yang bulunya tampak bercorak seperti renda. Warna bulunya sendiri didominasi putih, meski tidak sedikit yang berwarna lain sesuai varietasnya. Daftar jenis merpati hias lain yang sedang digemari bisa dilihat di aneka jenis merpati hias, sedangkan kisaran harga jualnya mengikuti jenis dan harga merpati hias yang beredar di pasaran.
Secara fisik, merpati kipas punya leher ramping, kepala kecil, dan dada tegak sehingga terlihat anggun sekaligus menggemaskan. Postur inilah yang membuatnya jadi primadona kontes merpati hias.
Perawatan harian yang sederhana
Perawatan dasarnya tidak rumit, tapi ada beberapa hal yang tidak boleh dilewatkan. Air minum sebaiknya diganti dua kali sehari, pagi dan sore, karena air burung ini cepat kotor — lebih sering dibanding burung kicauan. Gunakan air matang yang bebas zat kimia dan logam berat.
Untuk pakan, jagung bisa diandalkan sebagai bahan utama, lalu dilengkapi milet, biji gandum, kacang hijau, dan bijian lain. Sayuran dan buah menjadi favorat mereka: selada, wortel parut, kangkung, kacang polong tumbuk, daun bayam, kecambah, sampai pepaya. Sediakan juga grit atau kerikil untuk membantu pencernaan bijian, yang bisa dibuat dari cangkang tiram yang digerus karena sekaligus memberi kalsium dan mineral.
Suplemen vitamin tetap perlu, namun dosisnya berbeda dari merpati balap. Untuk merpati hias, porsi vitamin dan mineral umumnya dua kali lipat dari burung kicauan. Vitamin khusus merpati balap dan tinggian justru tidak cocok karena justru membuat burung cepat giring dan berpower untuk memacu kecepatan — bukan karakter yang dibutuhkan merpati kipas. Panduan rawatan lebih lengkap ada di rawatan plus-plus merpati tinggi dan balap.
Proses penangkaran merpati kipas
Merpati kipas berbiak seperti merpati pada umumnya: bersifat monogami dan setia pada pasangannya selama tidak dipisahkan oleh manusia. Setelah berjodoh, pasangan itu akan menyusun sarang dari ranting, rumput kering, dan daun kering. Untuk memacu perilaku tersebut, sediakan kotak sarang yang sudah berisi sebagian bahan, dan taruh sisanya di lantai kandang — pastikan terlindung hujan — supaya indukan terlatih memungut bahan dan mengangkutnya ke kotak. Kegiatan ini sekaligus mengasah insting mereka menjelang punya piyik.
Betina biasanya bertelur 1–2 butir berwarna putih. Masa pengeraman sekitar 18 hari sampai telur menetas. Dua atau tiga hari pertama, piyik mengandalkan susu tembolok dari induk jantan dan induk betina, lalu keduanya bergantian meloloh sampai anaknya mandiri. Rincian tahapan sampai pendederan bisa dibaca di cara penangkaran budidaya merpati kipas.
Pakan piyik sampai siap mandiri
Masa meloloh berlangsung alami sekitar 6–7 minggu. Sejak umur 10 hari mata piyik mulai terbuka dan bulunya tumbuh, sekaligus waktu ia mulai mencoba biji-bijian disamping lolohan induk. Untuk pakan tambahan selama masa menyusui, ransumnya bisa diracik dari jagung kuning 50 persen, gandum 34 persen, milet 9 persen, kacang tanah 5 persen, dan beras 2 persen, ditambah sedikit vitamin dan mineral. Semua bahan dihaluskan lalu diberi sedikit air sampai berupa bubur lembut karena sistem pencernaan piyik belum sempurna.
Porsi tersebut sebaiknya habis dalam 30–60 menit agar tidak menjadi sarang bakteri, virus, dan jamur. Selama piyik berumur di bawah satu bulan, berikan 3–4 kali sehari — ia tetap mendapat lolohan induk. Mulai umur 1–2 bulan piyik sudah bisa makan sendiri, frekuensi cukup dua kali sehari dengan porsi lebih besar, dan kadar air dilembutkan dikurangi bertahap sampai akhirnya terbiasa pakan kering. Untuk piyik yang baru menetas, pelengkap caranya ada di susu merpati untuk piyik baru menetas.
Triks membuat indukan lebih produktif
Ingin pasangan cepat menghasilkan piyik berikutnya? Pisahkan piyik dari induk saat umur 15–30 hari, ketika bulunya hampir sempurna. Dengan begitu induk betina akan segera bertelur lagi. Konsekuensinya, tugas meloloh berpindah ke tangan Anda. Bila jumlah piyik sedikit, cukup dekatkan pakan lembut ke paruhnya; bila banyak, gunakan metode handfeeding dengan larutan pakan yang dimasukkan ke paruh sampai tembolok penuh, sekitar 4 kali sehari hingga piyik berumur satu bulan.
Peluang bisnis inilah yang membuat penangkaran merpati kipas dilirik: permintaan terus ada, sementara jumlah peternak masih sedikit. Dengan perawatan harian yang tertib dan pengelolaan indukan yang tepat, kandang kecil pun bisa menghasilkan piyik secara rutin.
Sumber: omkicau.com
Komentar