Tengeng adalah salah satu gangguan yang cukup sering dialami merpati atau burung dara. Sederhananya, tengeng membuat leher burung terasa kaku dan nyeri sehingga sulit diputar atau digerakkan. Bayangkan kalau manusia terserang penyakit leher yang sama — menoleh saja terasa sakit. Kondisinya tidak jauh berbeda pada merpati, hanya saja burung tidak bisa mengeluh dan justru makin kesulitan karena gejalanya ikut mengganggu nafsu makan.
Merpati atau dara termasuk famili Columbidae, burung berparuh lembut dari ordo Columbiformes dengan sekitar 300 spesies kerabatnya. Ciri fisiknya berbadan gempal, berleher pendek, dan berparuh ramping pendek. Karena mudah akrab dengan manusia, merpati banyak dipelihara — mulai dari sekadar pengisi waktu luang sampai diternakkan. Nah, begitu merpati kesayangan terserang tengeng, Anda perlu tahu cara menanganinya.
Kenali Gejala Tengeng pada Merpati
Sebelum mengobati, pastikan dulu bahwa burung benar-benar mengalami tengeng. Gejalanya relatif khas: leher terasa kaku, burung sulit menoleh atau memutar kepala, area leher terasa nyeri saat disentuh, dan sering terlihat diam dengan kepala menunduk. Nafsu makan pun menurun karena gerakan menelan jadi tidak nyaman. Kalau dibiarkan, burung bisa makin lemas karena kekurangan asupan makan dan minum. Untuk memastikan tidak tertukar dengan gangguan lain — misalnya masalah pernapasan seperti snot atau penyakit menular lain — amati gejala menyeluruhnya.
7 Cara Mengobati Tengeng Leher pada Merpati
1. Jemur di pagi hari. Penjemuran pagi membantu melemaskan otot dan syaraf leher yang kaku. Udara pagi dan sedikit aktifitas membuat otot-otot jadi lebih rileks sehingga keluhan tengeng perlahan berkurang. Lakukan rutin setiap pagi, terutama selama burung masih menderita tengeng.
2. Cabuti bulu leher, lalu kompres dan pijat lembut. Anda tidak perlu mencabuti seluruh bulu — cukup pada bagian leher yang kaku. Setelah itu, bersihkan leher dengan air hangat pada pagi hari lalu dipijat secara perlahan. Pijatan lembut membantu melancarkan peredaran dan mengurangi kekakuan.
3. Berikan jahe hangat. Jahe berkhasiat menghangatkan tubuh. Caranya: bakar jahe sebentar, tumbuk hingga halus, seduh dengan air hangat, lalu saring. Berikan airnya kepada burung untuk diminum. Alternatif lain, lolohkan jahe sebesar kacang tanah sebanyak dua biji, atau cincang jahe dan biarkan dimakan sendiri oleh burung.
4. Loloh madu murni. Madu murni tanpa campuran air baik untuk membantu pemulihan. Karena madu lengket dan bisa tumpah kalau ditaruh begitu saja di kandang (apalagi saat burung kesenggolan), sebaiknya lolohkan langsung ke mulut burung agar lebih terbantu dan tertentu masuknya.
5. Berikan antibiotik seperti amoksilin. Amoksilin membantu meringankan nyeri dan infeksi akibat tengeng. Dosis yang diberikan sekitar dua kali sehari. Gunakan seperlunya dan jangan berlebihan.
6. Penuhi asupan vitamin. Vitamin penting untuk memperkuat daya tahan tubuh burung selama masa pemulihan. Burung yang tengah sakit butuh nutrisi tambahan agar cepat pulih. Anda bisa menambahkannya lewat pakan pendukung seperti racikan pakan penambah nafsu makan.
7. Suntik obat di dokter hewan. Bila tengeng tergolong parah dan tidak membaik dengan perawatan di rumah, bawa burung ke dokter hewan agar disuntik dengan obat yang diresepkan. Suntikan ini membantu pemulihan lebih cepat dan bertahap.
Yang Perlu Diperhatikan Saat Merawat
Saat tengeng, merpati kesulitan bergerak apalagi makan dan minum sendiri. Karena itu bantulah sebisa mungkin — lolohkan pakan, minum, dan obat secara perlahan dan lembut, jangan terlalu kasar agar lehernya tidak makin sakit. Dengan perawatan yang telaten, tengeng biasanya berangsur membaik dalam beberapa hari.
Beberapa keluhan lain yang kerap menyertai atau mirip gejala juga perlu diwaspadai, misalnya serangan cacingan, masalah hidung berair atau snot, hingga uci-uci pada sayap. Mengetahui gejala sejak dini membuat penanganan lebih cepat dan burung kesayangan cepat sehat kembali. Semoga bermanfaat.
Sumber: arenahewan.com
Komentar