Goham atau canker adalah salah satu penyakit merpati yang paling sering dijumpai pemilik burung, mulai dari burung peliharaan biasa sampai burung balap. Kalau pada manusia penyakit ini mirip sariawan, pada merpati goham disebabkan oleh protozoa Trichomonas gallinae yang menyerang saluran pencernaan bagian atas — mulai dari tenggorokan, tembolok, sampai usus. Karena penyakit ini sangat umum, langkah pertama saat burung terlihat loyo atau kurang fit adalah memeriksa mulutnya: apakah ada bercak kuning, atau apakah mulutnya berbau busuk.
Goham mudah menyerang burung yang daya tahan tubuhnya turun. Pemicu yang paling sering adalah stress akibat kelelahan atau perjalanan jauh, misalnya setelah burung diangkut dari kandang jauh atau setelah latihan terbang yang menguras tenaga. Begitu masuk, protozoa bisa menyebar ke berbagai organ, sehingga gejalanya perlu dikenali sedini mungkin.
Tanda-Tanda Goham pada Merpati
Deteksi dini justru bagian paling mudah dari penanganan goham, karena tanda-tandanya bisa dilihat langsung. Gejala yang paling umum meliputi:
- Bercak kuning di dalam mulut. Kalau goham sudah menyerang organ bagian dalam, bercak ini tidak terlihat, tapi mulut burung mulai berbau busuk — jadi periksa mulut dan cium baunya.
- Postur berdiri menyerupai pinguin atau bebek, tanda burung merasa berat dan tidak nyaman.
- Kotoran mencret berwarna hijau.
- Burung jadi sering minum, salah satu tanda tenggorokan atau tembolok terganggu.
- Telih atau tembolok tidak turun setelah diberi pakan.
- Badan terasa berat dan bulu terlihat kering serta kusam.
Cara Penularan Goham
Protozoa penyebab goham menular lewat empat jalur utama. Pertama, air liur: proses loloh saat induk memberi makan anaknya dan momen cumbu antarburung sama-sama berpotensi menularkan. Kedua, air minum: burung yang sakit sering minum, dan protozoa bisa terbawa ke dalam wadahnya. Ketiga, tempat pakan yang dipakai bersama. Keempat, kontak langsung antarburung. Karena jalurnya banyak, isolasi burung yang sakit harus jadi langkah pertama begitu gejala muncul — cara ini juga yang dibahas pada artikel Musim Hujan: Waspada Virus Goham dan ND.
Cara Mengobati Goham
1. Isolasi burung sakit. Segera pisahkan burung yang terkena goham dari kandang bersama. Menularnya lewat air liur, air minum, dan pakan membuat isolasi ini satu-satunya cara memutus rantai penularan di dalam kandang.
2. Beri obat. Pengobatan goham umumnya memakai antibiotik anti-protozoa seperti metronidazole, carnidazole, ronidazole, atau dimetridazole. Metronidazole paling banyak dipakai karena efektif, murah, dan mudah didapat di apotek. Dosis yang biasa dipakai sekitar 50 mg per hari; satu tablet 500 mg bisa dibagi untuk 4–6 kali pemberian. Meskipun bercak kuning sudah hilang dalam 2 hari, pemberian obat sebaiknya dilanjutkan 5–7 hari supaya benar-benar tuntas dan bakteri tidak kebal. Alternatif alami yang bisa mendampingi adalah air perasan kunyit atau jahe merah, disepet 2 kali sehari sampai sembuh. Untuk penyakit lain yang sering menyerang bersamaan, cek juga Cara Mengobati 10 Jenis Penyakit Merpati.
3. Rawat selama isolasi. Selama masa pengobatan, penuhi kebutuhan pakan bergizi, vitamin, dan grit. Jemur burung di pagi hari agar fisiknya pulih dan nafsu makannya kembali.
Mencegah Goham Sejak Awal
Cara terbaik menghadapi goham memang mencegahnya. Pisahkan kandang dan air minum saat burung dibawa ke lapak atau latihan bersama, karena kita tidak tahu apakah burung milik teman lain terkena goham atau tidak. Untuk burung baru yang datang dari luar kota, lakukan karantina dan beri obat anti-goham setengah dosis selama 3 hari — burung yang baru menempuh perjalanan jauh cukup diberi 1 kali, lalu amati apakah gejala muncul. Langkah ini sekaligus melindungi kandang dari penyakit lain; panduan lengkapnya ada di Perawatan Tepat untuk Mencegah Penyakit pada Burung Merpati.
Sumber: hewanpeliharaan.org
Komentar